Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 30 Des 2024 22:43 WITA ·

Oknum Pegawai PUPR di Konawe Diduga Sengaja Persulit Pencairan Dana Proyek


 ilustasi pencairan dana. sumber: biz.kompas.com Perbesar

ilustasi pencairan dana. sumber: biz.kompas.com

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Salah satu oknum pegawai di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Konawe diduga sengaja mempersulit kontraktor dalam melakukan pengurusan pencarian dana proyek hingga diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Provinsi Sultra, Miradz, kepada media Senin, 30 Desember 2024.

“Dalam hal ini saya berbicara sebagai Sekretaris Gapeknas Sultra, banyak kontraktor di Konawe mengeluhkan ke saya dari keterlambatan pembayaran, banyaknya pos-pos administrasi yang mesti dilewati,” katanya.

“Seharusnya Pemda Konawe kedepannya lebih selektif dalam memilih orang-orang di bidangnya, apalagi Presiden Prabowo sangat tidak suka dengan praktik-praktik pungli seperti ini,” tegas Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sultra.

Akibat hal ini, para kontraktor merasa sangat dirugikan. “Kontraktor sangat dirugikan, padahal anggaran ada, tapi kenapa dihambat-hambat,  kontraktor malah dihambat-hambat pas proses Pencairan dan tiap mau tanda tangan diduga dipatok dimintai sejumlah uang,” ungkapnya.

“Padahal kontraktor juga ini mesti membayar hal-hal lain, seperti pekerja yang bekerja pada kontraktor, disini ada nasib pekerja yang seharusnya dipikirkan juga sama Dinas PUPR Konawe, karena dengan keterlambatan pencairan berarti pekerja ini akan terlambat juga menerima gaji,” tambahnya.

Padahal, pihak kontraktor bahkan telah menyelesaikan pekerjaan namun pembayarannya diperlambat.

“Pekerjaannya sudah selesai ada yang sudah PHO, bahkan didampingi kejaksaan, tapi pembayarannya diperlambat dengan alasan yang tak jelas,” tambahnya.

“Kalau tidak dikasih uang yang dimintai, oknum diduga malah tidak mau tanda tangan berkasnya,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan APH untuk menindaklanjuti hal tersebut

“Dengan adanya peristiwa ini, kita minta APH untuk memberikan tindakan tegas, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, ini akan menjadi hama dalam tubuh Dinas PUPR Konawe,” pungkasnya.

Sementara itu Kadis PUPR Kabupaten Konawe Ilham Jaya yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp, SMS dan panggilan telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.(red)

Artikel ini telah dibaca 157 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Penyulingan Nilam di Muna Barat Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

4 Mei 2026 - 21:06 WITA

PT WIN dan Warga Torobulu Gotong Royong Benahi Permukiman

3 Mei 2026 - 15:15 WITA

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria yang Ditemukan Tergantung di Pohon di Konawe Selatan

3 Mei 2026 - 00:48 WITA

Kronologi Penemuan Mayat Pria Tergantung di Atas Pohon di Tinanggea Konsel

2 Mei 2026 - 23:08 WITA

Dituding Tambang, PT WIN Tegaskan Aktivitas Hanya Penataan Lereng

2 Mei 2026 - 21:31 WITA

Geger, Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Atas Pohon di Konawe Selatan

2 Mei 2026 - 20:52 WITA

Trending di Daerah