Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 5 Mar 2026 20:36 WITA ·

Mudik Lebaran 2026: Kapal yang Tak Penuhi Temuan Uji Petik Tak Akan Diberangkatkan!


 Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt Raman (tengah) saat diwawancarai awak media. Foto: Istimewa Perbesar

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt Raman (tengah) saat diwawancarai awak media. Foto: Istimewa

KENDARI – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran tahun 2026 M atau 1447 H, yang dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk dinas perhubungan provinsi Sultra, Dinas Perhubungan Kota Kendari, Lanal Kendari, Polairud, Satpol-pp, Basarnas, serta pemilik kapal dan keagenan, Kamis, 5 Maret 2026.

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt Raman, mengatakan bahwa pihaknya berfokus pada keselamatan kapal dan memastikan pelayanan penumpang dengan aman, baik, teratur, dan tidak kelebihan penumpang.

“Kami telah menerima instruksi, kami harus memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, serta tidak ada kelebihan penumpang,” ujarnya.

Untuk itu, KSOP Kendari telah melakukan beberapa persiapan, termasuk uji petik pada kapal penumpang yang akan melayani pelayaran mudik.

“Kami telah melakukan uji petik pada beberapa kapal, namun masih ada beberapa temuan yang perlu diselesaikan,” katanya.

Capt Raman menjelaskan bahwa temuan-temuan tersebut meliputi masalah keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang.

“Kami akan menindaklanjuti temuan-temuan tersebut pada hari Senin, dan jika tidak terpenuhi, maka kami bisa menunda keberangkatan kapal,” tegasnya.

KSOP Kendari juga telah menyiapkan posko angkutan lebaran yang akan dibuka pada tanggal 12 Maret. Posko terpadu akan dibuka di pelabuhan ferry, Bungkutoko, dan pangkalan perahu.

“Kami akan memantau situasi dan kondisi pelabuhan selama masa angkutan lebaran,” katanya.

Puncak arus mudik atau lonjakan penumpang diprediksi akan terjadi pada tanggal 13 dan 14 Maret, karena pada hari Senin tanggal 16 dan 17 sudah kerja dari rumah atau WFH.

“Kami telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk penambahan jadwal kapal dan peningkatan kapasitas pelabuhan,” ujarnya.

KSOP Kendari juga mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku selama masa angkutan lebaran.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan-aturan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutup Capt Raman.

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Dua Sepeda Motor di Lasusua Kolut, Satu Pengendara Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Polres Muna Ukir Prestasi Pengelolaan Anggaran, Sabet Tiga Penghargaan KPPN

14 Agustus 2026 - 15:39 WITA

Dinilai Cacat Prosedur, Warga Lasalepa Desak Batalkan Sertifikat Tanah Milik Pemda Muna

13 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Aktivitas PT WIN Terhenti, Omzet Pedagang di Torobulu Anjlok dan Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan

12 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Bawa Jenazah dari Kolaka, Ambulans Tabrak Avanza hingga Terperosok ke Jurang di Lambuya Konawe

12 Agustus 2026 - 15:34 WITA

Bupati Muna Barat Apresiasi Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Trending di Daerah