Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 8 Jan 2026 19:46 WITA ·

Menu Kambose di SDN 78 Kendari Disoroti, Orang Tua Siswa: Tidak Sesuai


 Kambose, makanan tradisional lokal yang disajikan kepada siswa SDN 78 Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Kambose, makanan tradisional lokal yang disajikan kepada siswa SDN 78 Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Program makan siang gratis di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 Kendari menuai keluhan dan sorotan dari orang tua siswa. Menu makan siang gratis yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Andonuhu II berupa Kambose, makanan tradisional lokal, dianggap tidak sesuai dengan usia anak-anak.

Salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

“Mestinya menunya harus disesuaikan dengan usia siswa. Karena makanan lokal Kambose itu belum tentu bisa dimakan sama anak-anak kelas satu, dua dan tiga,” katanya.

Koordinator Badan Gizi Nasional (GBN) Wilayah Kota Kendari, Fadhilah Rizka, menjelaskan bahwa penyajian menu makan siang gratis berupa makanan lokal ini sesuai dengan petunjuk BGN pusat.

“Memang penyajian makan gratis dengan menu lokal ini perintah langsung dari atasan. Itu ada surat edarannya, bukan hanya di sini. Tapi seluruh Indonesia,” katanya.

Fadhilah menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan surat edaran BGN pusat Nomor I tahun 2026 tentang pelaksanaan hari pertama program Makan Bergizi Gratis tahun 2026. Surat edaran tersebut berbunyi bahwa penyajian menu harus berupa ciri khas daerah setempat atau kearifan lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya pangan lokal.

“Untuk perhari ini diwajibkan untuk makanan lokal, seperti jagung, Kambose atau makanan lokal lainnya, tapi kedepannya bisa kembali ke menu-menu seperti biasa,” tutupnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 1,133 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kades Dituding Tidak Peduli: Warga Lamoeri Terpaksa Bangun Jembatan Sendiri

24 Januari 2026 - 21:33 WITA

Tinggalkan Kesan Buruk, Masyarakat Parigi Tolak PT SPM Kerjakan Proyek Irigasi!

24 Januari 2026 - 19:01 WITA

Andri Darmawan Tantang Gubernur Sultra Tagih Denda PT Tonia Mitra Sejahtera

24 Januari 2026 - 18:11 WITA

Labewa Billiard di K-TOZ Kendari Ternyata Tak Punya Izin Jual Minuman Alkohol

24 Januari 2026 - 17:34 WITA

Pemkab Muna Telusuri Dugaan Guru Jarang Mengajar di SDN 7 Kontunaga

23 Januari 2026 - 15:37 WITA

Warga Kabaena Utara Kecewa, Air Sumur Bor Rp989 Juta Tak Bisa Digunakan

23 Januari 2026 - 11:58 WITA

Trending di Daerah