Menu

Mode Gelap
Proses Lelang Diduga Inprosedural, ULP Muna Dilaporkan ke Polda Sultra Ditreskrimsus Polda Sultra Rutin Patroli Siber Jelang Pilkada 2024 Ruas Jalan Haji Latama di Punggolaka Rusak Parah, Warga: Sering Terjadi Kecelakaan DPMD Muna Pastikan Cakades Terpilih Wawesa dan Oensuli Tetap Dilantik DPP Demokrat Resmi Dukung Lukman – La Ode Ida di Pilgub Sultra

Nasional · 11 Agu 2023 00:37 WITA ·

Menkumham Ajak Pelaku Bisnis Perangi Perdagangan Orang


 Menkumham Yasonna H Laoly saat memberikan sambutan pada Government and Business Forum (GABF) di Hyatt Regency Sanur, Bali. Foto: Istimewa Perbesar

Menkumham Yasonna H Laoly saat memberikan sambutan pada Government and Business Forum (GABF) di Hyatt Regency Sanur, Bali. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, SANUR – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly, mengajak para pelaku bisnis untuk bersinergi bersama pemerintah memerangi perdagangan orang.

Hal ini disampaikan Menkumham saat memberikan sambutan pada Government and Business Forum (GABF) di Hyatt Regency Sanur, Bali, Kamis, 10 Agustus 2023.

“Perdagangan orang yang terkait dengan penipuan online telah menjadi masalah besar. Untuk itu saya mengajak para pebisnis muda untuk bersama-sama pemerintah memerangi perdagangan orang,” ujar Yasonna di hadapan para peserta GABF yang merupakan young technopreneurs.

Lebih lanjut Menkumham menyampaikan, banyakmya praktek bisnis yang tidak etis mendorong indonesia untuk membentuk gugus tugas dalam pencegahan dan penanganan perdagangan orang. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam memerangi perdagangan manusia.

“Di tingkat bilateral kami telah melakukan banyak perjanjian dengan negara-negara asing tentang bantuan timbal balik, ekstradisi, dan kerja sama hukum,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Menkumham menyampaikan pentingnya penggunaan teknologi untuk mencegah kejahatan transnasional.

Di sisi lain, teknologi canggih membuat kejahatan transnasional meningkat karena penjangkauannya global. Indonesia juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor asing, di dukung oleh reformasi hukum untuk meningkatkan kemudahan Berbisnis di Indonesia.

“Kita juga harus bisa memanfaatkan teknologi canggih untuk menangkal kejahatan transnasional. Mempromosikan kerja sama melalui teknologi digital, dan platform media sosial untuk memerangi perdagangan manusia adalah cara yang efektif. Kita harus menetapkan alat dan pedoman praktis serta berbagi praktik terbaik di bawah keterlibatan GABF dengan pemangku kepentingan lainnya,” tandas Yasonna.

Government and Business Forum merupakan forum bersama yang diinisiasi oleh Australia dan Indonesia, yang berawal dari timbulnya banyak kasus perdagangan orang, dimana sektor swasta memiliki peran yang sangat penting dalam memerangi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Turut hadir dalam kegiatan GABF kali ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno.L.P. Marsudi, (Co-Chair Bali Proses RI), Menlu Australia Penny Wong (Co-chair Bali Proses Australia) yang hadir secara daring, Garibaldi Thohir (Co-chair GABF RI), Andrew Forest (Co-chair GABF Australia), pelaku bisnis, perwakilan kementerian/lembaga, aktifis, selebriti dan beberapa perwakilan negara anggota.(**)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

CSIRT Berperan Vital dalam Menghadapi Serangan Siber

24 Juli 2024 - 16:43 WITA

Pentingnya Peran Keluarga dalam Mencegah Kejahatan Siber

3 Juni 2024 - 01:12 WITA

Konsep Kearifan Lokal Penting untuk Demokrasi Lingkungan Inklusif

25 Mei 2024 - 21:13 WITA

Revisi UU Penyiaran: Konflik Antara Platform Terestrial dan Digital

25 Mei 2024 - 20:11 WITA

Benteng Kotano Wuna Dapat Rekor MURI, KWR Jabodetabek Ucapkan Selamat ke Presiden PMMI

23 Mei 2024 - 19:14 WITA

Benteng Kotano Wuna Sabet Rekor MURI Sebagai Benteng Terluas di Dunia

23 Mei 2024 - 15:04 WITA

Trending di Nasional