KONAWE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan aksi penanaman mangrove di pesisir Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah desa, guru, dan puluhan anak usia sekolah dasar yang antusias mengikuti penanaman.
Sebanyak 300 pohon anakan mangrove jenis Rhizophora berhasil ditanam. Puluhan mahasiswa UHO dari berbagai fakultas yang tergabung dalam KKN Tematik turut serta dalam aksi peduli lingkungan ini. Tema KKN mereka mencakup konservasi lingkungan, kesehatan, dan perikanan di Desa Sorue Jaya.
Edukasi Fungsi Ekologis Mangrove
Melalui kegiatan ini, masyarakat khususnya pelajar dan generasi muda diajak mengenal fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir. Selain sebagai aksi konservasi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat menjaga kelestarian pesisir di tengah ancaman abrasi dan perubahan lingkungan.

Kepala Desa Sorue Jaya, Herman, yang hadir dan ikut menanam mangrove menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UHO.
“Atas nama Pemerintah Desa Sorue Jaya, kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UHO. Kondisi pesisir desa kami saat ini mengalami perubahan garis pantai dan abrasi di beberapa titik. Oleh karena itu, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya penting untuk membantu melindungi pantai secara alami, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkap Herman.
Siswa Belajar Langsung di Lapangan
Aksi ini diikuti puluhan siswa SD di Desa Sorue Jaya. Guru SDN 1 Tapulaga, Yanti, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa.
“Sebelum mengikuti kegiatan, masih ada anak-anak yang belum mengenal apa itu mangrove maupun bagaimana cara menanamnya. Melalui edukasi dan praktik penanaman secara langsung, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia dini,” ujar Yanti yang mendampingi siswa selama kegiatan.
Bagian dari Upaya Kesadaran Lingkungan Berkelanjutan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UHO, Arwan Arif Rahman, menegaskan penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada aksi penanaman mangrove semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Harapannya, anak-anak, pelajar, dan masyarakat memahami bahwa mangrove memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai habitat biota laut serta penopang keseimbangan ekosistem pesisir,” ujar dosen Program Studi Ilmu Kelautan UHO tersebut.
Melalui kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal gerakan bersama menjaga ekosistem pesisir. Sinergi tersebut juga diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan lingkungan pesisir di Kecamatan Soropia, khususnya di Desa Sorue Jaya sebagai salah satu Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia.(red)
















