KENDARI – Kepolisian Sektor (Polsek) Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Kendari mengungkap kronologi penemuan jenazah di Perairan Teluk Kendari pada Selasa, 3 Januari 2026 sekitar pukul 13.50 Wita.
Diketahui kerban bernama Lasihadi (55) warga asal Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra).
Kapolsek KP3 Kendari, Iptu Laode Hasmil Hamzah mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan seorang pria bernama irfan (28).
Saat itu Irfan berada di bawah Jembatan Teluk Kendari sedang menunggu temannya yang tengah dalam perjalanan yang datang menggunakan kapal cepat.
“Saat sementara duduk di pinggir laut di bawah Jembatan Bahteramas, melihat seorang laki-laki terapung dalam keadaan posisi telungkup,” kata La Ode Hasmil, saat dikonfirmasi.
Sosok pria tersebut, kata La Ode Hasmil, terlihat mengenakan baju kaos berwarna hitam dan dalam kondisi tidak bergerak.
Irfan yang merasa curiga, lantas memangggil warga sekitar yang bernama Miki (33) untuk memastikan kondisi korban. Miki langsung turun ke laut dan melihat langsung kondisi korban.
“Bahwa betul orang (korban) tersebut dalam keadaan tidak bergerak,” kata La Ode Hasmil.
Beberapa saat setelahnya, anak korban berinisial IW (29) datang ke lokasi bersama dengan suaminya. Mereka meminta agar korban langsung dibawa ke rumah keluarganya di Kecamatan Mandonga.
Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum maupun outopsi terhadap jenazah korban.
“Keterangan anak korban, bahwa orang tuanya dalam gangguan kesehatan dan pernah masuk Rumah Sakit Jiwa,” pungkas La Ode Hasmil. (lin)








