KENDARI – Manajemen Rumah Sakit (RS) Bahteramas Kendari terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui peningkatan kebersihan rumah sakit yang terukur dan sesuai standar.
Untuk menjaga kenyamanan serta keamanan pasien dan pengunjung, RS Bahteramas bekerja sama dengan penyedia jasa kebersihan, PT ACA. Pengawasan terhadap kinerja vendor dilakukan secara rutin sesuai kontrak kerja dan Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Kepala Instalasi Sanitasi RS Bahteramas Kendari, Nonong, SKM, mengatakan pengawasan dilakukan dengan membagi seluruh area rumah sakit berdasarkan zona, mulai dari ruang rawat inap, IGD, ruang operasi (OK), ICU, area publik hingga toilet.

Kepala Instalasi Sanitasi RS Behteramas Kendari, Nonong S.KM, saat melakukan pengawasan terhadap petugas yang tengah membersihkan toilet rumah sakit. Foto: Istimewa
“Pola pengawasan kami mengacu pada kontrak kerja sama dan Kerangka Acuan Kerja. Semua area dibagi per zona,” kata Nonong, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, petugas sanitasi melakukan pemeriksaan kebersihan secara rutin dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Pemeriksaan dilakukan menggunakan formulir checklist yang kemudian dilaporkan kepada supervisor PT ACA.
“PIC sanitasi melakukan touring dua kali sehari, pagi dan sore, menggunakan form checklist kebersihan. Hasilnya langsung dikomunikasikan kepada supervisor PT ACA,” jelasnya.
Selain pengawasan harian, evaluasi juga dilakukan setiap pekan bersama supervisor PT ACA. Evaluasi membahas berbagai temuan, keluhan dari ruangan serta tindak lanjut yang harus dilakukan.
Pelaporan juga dilakukan melalui grup WhatsApp khusus dan buku laporan harian. Jika ditemukan kejadian tidak diharapkan yang berkaitan dengan risiko infeksi, petugas akan membuat laporan insiden.
“Audit internal dilakukan sebulan sekali bersama PPI untuk mengecek indikator kebersihan, seperti skor lingkungan, kepatuhan penggunaan APD dan hasil swab lingkungan,” katanya.

Kepala Instalasi Sanitasi RS Behteramas Kendari, Nonong S.KM, saat melakukan pengawasan terhadap petugas keberhasilan di area rumah sakit. Foto: Istimewa
Dalam pelaksanaannya, RS Bahteramas menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengacu pada Permenkes Nomor 7 Tahun 2019. Di antaranya SOP disinfeksi dan cleaning setiap area dengan metode dua ember dan dua kain, penanganan tumpahan darah atau cairan tubuh, pengelolaan limbah padat dan B3, serta penggunaan APD dan keselamatan bahan kimia.
“Semua SOP disosialisasikan saat orientasi awal dan dievaluasi setiap enam bulan,” ujarnya.
Pelatihan Berbasis Risiko
Untuk meningkatkan profesionalitas petugas cleaning service, RS Bahteramas juga memberikan pembekalan dan pelatihan secara berkala, khususnya terkait kebersihan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Nonong mengatakan, petugas tidak hanya dituntut menjaga kebersihan, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan pasien dan pencegahan infeksi.
“Kami menekankan budaya keselamatan pasien kepada karyawan, bahwa mereka merupakan bagian dari tim PPI. Satu kesalahan dalam kebersihan bisa menyebabkan infeksi,” katanya.
Selain keterampilan teknis, petugas juga dibekali pemahaman mengenai komunikasi, etika, dan sopan santun dalam berinteraksi dengan pasien maupun keluarga pasien.
Para petugas cleaning service juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), seperti seragam, sepatu safety, sarung tangan, masker, apron, hingga topi.
“Bagi kami, di rumah sakit bukan sekadar bersih dan kinclong, tetapi harus bersih, aman, dan sesuai prosedur PPI,” pungkasnya. (lin)

















