Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 18 Okt 2025 17:57 WITA ·

Jelang Penutupan STQH, Satgas Ekoteologi Pastikan Lingkungan Tetap Bersih


 Satgas Ekoteologi Kanwil Kemenag Provinsi Sultra melakukan pembersihan di Arena Utama STQHN dan kawasan Tugu Persatuan Kota Kendari. Foto: Istimewa  Perbesar

Satgas Ekoteologi Kanwil Kemenag Provinsi Sultra melakukan pembersihan di Arena Utama STQHN dan kawasan Tugu Persatuan Kota Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Jelang Penutupan STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Satuan Tugas (Satgas) Ekoteologi Kanwil Kemenag Prov. Sultra melakukan pembersihan di Arena Utama Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) dan kawasan Tugu Persatuan Kota Kendari.

Total 16 personel Satgas Ekoteologi bersama dinas kebersihan dan pihak terkait, terlihat antusias mengumpulkan sampah yang ada di seputaran arena utama STQH. Rutinitas ini sudah berjalan selama seminggu atau sejak awal pembukaan STQH dimulai.

“Sejak hari pertama hingga jelang penutupan mereka masih terus bekerja. Mereka aktif memungut sampah di arena utama, serta sigap memastikan lokasi lomba tetap bersih, nyaman, dan bebas dari limbah plastik,” terang Kakanwil Kemenag Sultra, H Muhamad Saleh.

Saleh menyebut bahwa kehadiran Satgas Ekoteologi di momentum STQH Nasional memiliki kontribusi besar dalam menciptakan STQHN yang bebas sampah dan ramah lingkungan, sebagaimana tema yang diusung dalam perhelatan akbar tersebut, yakni “Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”

Saleh berharap Satgas Ekoteologi nantinya dibentuk hingga di tingkat Kabupaten/Kota hingga menjangkau unit-unit paling bawah. Kanwil Kemenag Sultra berencana menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat gerakan ekoteologi di wilayahnya.

“Terimakasih dan apresiasi kepada Satgas Ekoteologi yang telah banyak berkontribusi, berperan serta dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan terjaga selama STQHN berlangsung. Semoga tidak berhenti sampai disini, kita akan bentuk satgas-satgas Ekoteologi lainnya hingga di tingkat Kab/Kota,” pungkasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jatuh dari Pohon Enau Setinggi 8 Meter, Lansia di Barangka Mubar Tewas

7 September 2026 - 17:51 WITA

Sinergi PAAP dan Polairud Perkuat Pengawasan di Teluk Kulisusu 

6 September 2026 - 22:09 WITA

Toyota Yaris Tabrak Median Jalan di Konsel, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

6 September 2026 - 12:38 WITA

Lansia yang Hilang di Hutan Tongkuno Muna Ditemukan Selamat, Tersesat Selama 3 Hari

6 September 2026 - 01:43 WITA

Pasang Jerat di Hutan Tongkuno, Lansia di Muna Tak Kunjung Kembali

5 September 2026 - 18:46 WITA

TKA Asal Tiongkok Ditemukan Tewas di Mess PT Konutara Sejati, Begini Kronologinya

5 September 2026 - 12:41 WITA

Trending di Daerah