BOMBANA – Bupati Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) Burhanuddin kembali menjadi perbincangan hangat setelah fotonya viral sedang memakai jam tangan Rolex warna silver saat menghadiri pengukuhan anggota Paskibraka di Auditorium Tanduale Kantor Bupati Bombana, pada hari Jumat, 15 Agustus 2025 lalu.
Pasalnya, harga jam tangan mewah buatan Swiss itu ditaksir hampir mencapai Rp1 miliar. Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Dinas Kominfo Bombana. Namun, setelah viral di berbagi platform media sosial, foto itu kemudian dihapus dari laman Facebook Kominfo Bombana.
Sejumlah pengguna media sosial Facebook ikut menyoroti gaya hidup mewah Bupati Bombana Burhanuddin. Umumnya dikritik karena dianggap sensitif terhadap kondisi masyarakat dan berpotensi memunculkan kesan korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan.
Meskipun tidak ada larangan langsung diluar ketentuan pelaporan harta kekayaan dan norma kepatutan, namun idealnya pejabat seharusnya menunjukkan kesederhanaan untuk menjaga kepercayaan publik, dan tentunya lebih urgensi apabila mengalokasikan sumber daya itu untuk hal yang lebih mendesak.
Untuk diketahui, berdasarkan penelusuran di laman resmi Rolex.com, jam tangan yang digunakan Bupati Bombana tipe GMT-Master II 126729VTNR terbuat dari emas putih dengan diameter 44 milimeter.
Jam tangan Rolex itu seharga Rp824.781.000. Sementara di situs Monochrome, jam tangan dengan tipe yang sama seharga 48.450 euro atau setara jika di rupiahkan seharga Rp900 juta.
Hingga berita ini diturunkan, awak media ini masih berupaya mengkonfirmasi saol jam tangan mewah yang digunakan Bupati Bombana Burhanuddin.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut mengomentari gaya hidup mewah Bupati Bombana yang viral itu. Ia menekankan pentingnya empati dan kesederhanaan bagi pejabat publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan kesederhanaan, pemimpin dapat memperoleh kepercayaan publik yang kuat, sehingga kebijakan yang diambil dapat didukung oleh rakyat.
“Yah harusnya janganlah, sebagai pejabat publik juga harus bersiap empati kepada masyarakat, menggunakan pola hidup sederhana”, kata Tito Karnavian di sela-sela menghadiri Rapat Koordinasi Produk Hukum Daerah (PHD) di Kendari, Rabu, 27 Agustus 2025.(red)














