BOMBANA – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi melepas keberangkatan Jamaah Haji Kloter 38 Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Iman, Kasipute, Kabupaten Bombana, Sabtu, 16 Mei 2026. Pelepasan tersebut menjadi momentum penuh haru sekaligus kebanggaan masyarakat dalam mengantarkan para tamu Allah menuju Tanah Suci.
Kegiatan pelepasan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Ir. Syarun, ST. M.P.W.K yang mewakili Bupati, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd, M.Si, dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, pimpinan Baznas, Ketua PHBI, Ketua MUI Bombana, para kepala OPD, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat serta keluarga besar jamaah haji yang memadati kegiatan dengan suasana penuh doa dan harapan
Dalam amanat dan pesan Bupati Bombana yang di wakilkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Ir. Syahrun, menyampaikan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga momentum memperkuat nilai keimanan, persaudaraan, dan keteladanan sosial di tengah masyarakat. Ia mengingatkan para jamaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Pemerintah Kabupaten Bombana turut mendoakan seluruh jamaah agar diberikan kemudahan dalam menjalankan seluruh rukun dan wajib haji, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh haji yang mabrur,” ujar Syahrun mengutip pesan Bupati
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana, H. Surahman, S.HI, M.H, menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 menjadi bagian dari implementasi reformasi kebijakan kuota haji nasional yang mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
Kebijakan tersebut menggunakan jumlah daftar tunggu atau waiting list sebagai dasar utama pembagian kuota secara nasional.
H. Surahman mengingatkan para jamaah Haji untuk selalu menjaga kondisi kesehatan dan Disiplin dalam mengikuti arahan petugas haji, Ketua kelompok ataupun dokter kesehatan sepanjang pelaksanaan haji di tanah suci.
“Untuk jama’ah wilayah Kabupaten Bombana kami berharap bahwa kondisi kesehatan harus terus tetap terjaga sebelum ucap haji selesai, karena yang di khawatirkan jangan sampai kesehatannya drop sebelum ucap haji dimulai. Yang kedua, harus terus tertib dan disiplin mengikuti arahan petugas haji baik itu Ketua kelompok, Pembimbing, terlebih lagi adalah para dokter kesehatan, karena ini semua untuk kepentingan semua jamaah haji,” ujar Surahman saat di wawancarai awak media ini usai acara berlangsung. Sabtu, 16 Mei 2026
Ia juga menambahkan, bahwa para jamaah jangan mendahulukan yang sunnah kemudian melupakan atau mengabaikan yang wajib, tapi dahulukan yang wajib kemudian yang sunnah.
“Utamakan yang wajib kemudian yang sunnah, kalo semua rangkaian haji sudah selesai insya allah aman, untuk hal-hal lain yang sunnah silahkan untuk bergerak entah mau umroh dan lain-lain, semua harus tetap terpantau dan tekontrol atas arahan ketua kelompok sebagai penanggung jawab dalam kelompok teman untuk jemaah, ” tambahnya.
Adapun Jamaah usia tertua di Kabupaten Bombana Asal Bombaea, Daeng Marolla 89 tahun dan Jamaah usia termuda, Sri Iriyana Irwan perempuan 26 tahun asal Sikeli Kabaena Barat. Rentang usia tersebut menggambarkan bahwa semangat menunaikan ibadah haji tetap hidup lintas generasi dan menjadi simbol keteguhan iman masyarakat Kabupaten Bombana.
Sebaran jamaah dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Kabupaten Bombana dalam memenuhi panggilan suci ke Tanah Haram. Di balik keberangkatan itu, tersimpan perjuangan panjang, kesabaran menunggu antrean, serta pengorbanan ekonomi dan spiritual yang tidak sedikit.
Harapan dan doa seluruh masyarakat pun mengiringi langkah para tamu Allah agar diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam beribadah, serta kembali ke daerah dengan predikat haji yang mabrur. (red)

















