Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 24 Des 2025 17:43 WITA ·

Garap Kawasan Hutan Tanpa Izin, PT Tristaco Mineral Makmur Didenda Rp629 Miliar


 Daftar 50 perusahaan tambang yang dikenakan sanksi denda administratif termasuk PT Tristaco Mineral Makmur Perbesar

Daftar 50 perusahaan tambang yang dikenakan sanksi denda administratif termasuk PT Tristaco Mineral Makmur

KONAWE UTARA – Perusahaan tambang PT Tristaco Mineral Makmur (TMM) dikenakan sanksi administratif oleh Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (PKH) sebesar Rp629.235.189.073,56. Denda tersebut merupakan akibat bukaan kawasan hutan seluas 64,69 Hektare di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sanksi administratif ini diberikan karena PT Tristaco Mineral Makmur terbukti melakukan aktivitas pertambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin resmi. Satgas PKH telah melakukan verifikasi dan menemukan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan dan pertambangan.

Pihak manajemen PT Tristaco Mineral Makmur belum bisa dikonfirmasi terkait sanksi denda administratif ini. Media ini masih berusaha menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan keterangan resmi.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Sultra yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Sultra Jakarta (KMSJ) melakukan aksi demo di Kementerian ESDM dan Kejagung RI, menuntut penolakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Tristaco dan pengalihan penanganan kasus dugaan korupsi tambang ke Kejagung RI.

“Kejati Sultra gagal menunjukkan ketegasan hukum. Kami menduga ada upaya melindungi aktor besar di balik kasus ini,” ungkap Koordinator KMSJ, Eghy Seftiawan.

KMSJ juga meminta Jaksa Agung untuk turun tangan dan membersihkan mafia tambang yang selama ini kebal hukum.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat Sultra karena dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan di kawasan hutan. Masyarakat berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang melanggar peraturan dan merusak lingkungan.(red)

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tinggalkan Kap Bodi, Remaja Diduga Pencuri Motor Petani di Konawe Ditangkap

14 Oktober 2026 - 14:34 WITA

63 Siswa di Konawe Selatan Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Angata Penuh

14 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Dua Bulan Berlalu, Kasus Pembalakan Liar Tahura Nipa-Nipa Belum Naik Penyidikan

12 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Pria di Muna Ditikam Orang Tak Dikenal saat Acara Lulo

11 Oktober 2026 - 16:45 WITA

Berulang Kali Tebang Pohon Ilegal di Kawasan Tahura Nipa-Nipa, Dua Warga Soropia Konawe Terancam Pidana

9 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Oknum Satpol PP Sultra Ditangkap, Diduga Aniaya Mahasiswa HMI Saat Demo di Kantor Gubernur

8 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Trending di Hukrim