KONAWE – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat sorotan.
Sorotan tersebut menyusul adanya dugaan permainan dalam penyaluran solar subsidi yang diperuntukkan bagi nelayan di wilayah tersebut.
Salah satu nama yang disebut mengetahui persoalan tersebut yakni Najir. Namanya dikaitkan dengan dugaan distribusi solar subsidi yang tengah dipersoalkan.
Awak media kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada Najir melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 13.20 Wita.
Dalam komunikasi tersebut, wartawan menanyakan informasi terkait dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam distribusi solar subsidi di SPBN Bokori.
Namun, Najir belum memberikan keterangan mengenai informasi tersebut. Komunikasi melalui sambungan telepon disebut terputus sekitar satu menit kemudian.
Upaya konfirmasi melalui nomor WhatsApp yang bersangkutan juga belum mendapatkan respons. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari Najir terkait dugaan tersebut.
Persoalan itu kemudian mendapat perhatian dari Himpunan Mahasiswa Kota (HIPMAKOT).
Ketua HIPMAKOT, Ikhram, mendesak aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam distribusi solar subsidi di SPBN Bokori.
“Kami mendesak APH mengusut tuntas masalah ini dan memastikan solar sampai kepada nelayan yang berhak,” tegas Ikhram.
Menurutnya, penyaluran BBM subsidi harus dilakukan sesuai ketentuan dan diawasi secara transparan agar tidak terjadi penyimpangan maupun penguasaan oleh pihak tertentu.
“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian serius, sehingga distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan nelayan,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola SPBN Bokori Soropia masih diupayakan memberikan klarifikasi terkait mekanisme penyaluran, penerima solar subsidi, serta sistem pengawasan distribusi BBM di lokasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBN Bokori terkait dugaan permainan dalam distribusi solar subsidi tersebut.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang. (red)

















