Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 16 Jul 2023 09:56 WITA ·

Dugaan Aktivitas Ilegal Mining di Pulau Laburoko Terkesan Kebal Hukum


 Pulau Laburoko yang nampak gundul diduga akibat aktivitas pertambangan ilegal. Foto: Dokumen penafaktual.com Perbesar

Pulau Laburoko yang nampak gundul diduga akibat aktivitas pertambangan ilegal. Foto: Dokumen penafaktual.com

PENAFAKTUAL.COM, KOLAKA – Pulau Laburoko yang terletak di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka memiliki kandungan ore nikel dengan luas kurang lebih 42 hektare.

Namun, di pulau kecil tersebut nampak ada aktivitas pertambangan diduga ilegal. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pegiat Hukum dan Investasi Indonesia (APHII) Gamsir. Menurut dia, aktivitas ilegal mining di pulau tersebut diduga dilakukan HT bersama HJN.

Terungkapnya dugaan ilegal mining itu kata Gamsir, berawal dari adanya informasi dari masyarakat. “Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kami langsung bergegas ke lokasi, sampai di pulau, kami melihat ada beberapa excavator, dump truck dan tongkang sedang beroperasi”, ucap Gamsir

Ironisnya, lanjut Gamsir, aktivitas pertambangan di pulau tersebut sama sekali tidak mengantongi IUP, IPR dan IUPK namun tetap memaksakan kehendak tanpa memperhatikan kaidah-kaidah pertambangan sehingga terkesan mereka kebal hukum.

“Mestinya sebelum melakukan aktifitas terlebihdahulu wajib melengkapi dokumen pertambangan, supaya ketika melakukan penjualan tidak menggunakan dokumen terbang”, sindirnya.

Ia menambahkan, pertambangan tanpa izin harus menjadi perhatian pemerintah. Diperlukan upaya bersama dan dukungan seluruh pihak untuk mencegah dampak yang ditimbulkan. Tak cuma itu, dia juga mengatakan, tambang ilegal dapat memberikan dampak pada penerimaan negara.

“Harusnya ini menjadi perhatian pemerintah, jangan menutup mata terhadap mafia tambang, karena ulah mereka negara ini mengalami kerugian”, tegasnya.

Gamsir melanjutkan bahwa, HT dan HJN diduga telah melanggar UU No 1 Tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Semua berkas dan bukti kami sudah limpahkan di Polda Sultra dan kami berharap penegak hukum segera melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap pelaku”, tutupnya.(**)

Artikel ini telah dibaca 392 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dugaan Kecurangan Pengisian BBM di Muna, Polisi Panggil Pihak SPBU: Tidak Dibenarkan!

29 Maret 2026 - 09:06 WITA

PERMAHI Kendari Kritik Polda Sultra, Nilai Pemeriksaan Wartawan Cederai Kebebasan Pers

28 Maret 2026 - 20:08 WITA

GMKI Kendari Kritik Kadispar Sultra, Soroti Sikap Anti Pers dan Desak Evaluasi

28 Maret 2026 - 19:59 WITA

Pemanggilan Jurnalis Disorot, Gempur Sultra Desak Polda Profesional dan Transparan

28 Maret 2026 - 19:48 WITA

Nekat Curi Perhiasan Majikan, ART di Kendari Barat Diamankan Polisi

28 Maret 2026 - 13:11 WITA

Kuasa Hukum IF Bantah Narasi Beredar, Sebut Konflik Rumah Tangga Bersifat Pribadi

27 Maret 2026 - 18:29 WITA

Trending di Hukrim