Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 29 Jul 2026 23:02 WITA ·

Driver Ojol Jadi Korban Penganiayaan di Pelabuhan Kendari-Wawonii, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas


 Seorang driver ojek online (ojol), inisial LM (43) saat melapor di Polresta Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Seorang driver ojek online (ojol), inisial LM (43) saat melapor di Polresta Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial LM (43) diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di kawasan Pelabuhan Kendari–Wawonii, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 17.30 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak menjemput penumpang yang memesan jasanya melalui aplikasi Maxim.

LM menuturkan, awalnya ia menerima pesanan di sekitar Pelabuhan Wawonii. Saat tiba di lokasi penjemputan, ia tiba-tiba dicegat oleh seorang pria yang dikenalnya bernama Fendi.

“Awalnya saya menerima orderan di sekitar Pelabuhan Wawonii. saya menuju ke lokasi tersebut tiba-tiba saya dicegat oleh orang yang bernama Fendi, kemudian dari arah belakang sebelah kanan saya ada orang yang langsung memukul mulut saya. Setelah itu saya merasa dipukul berulang kali dibagian kepala saya,” ujar LM.

Akibat kejadian tersebut, LM mengalami luka cukup serius, termasuk gigi depan patah dan pembengkakan pada bagian wajah.

“Akibat kejadian itu, gigi depan saya patah dan wajah saya bengkak,” katanya.

Usai kejadian, korban mendapat pertolongan dari rekan-rekannya dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah itu, ia melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polresta Kendari.

Sementara itu, adik korban, Arif Budiman, meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tentu kami berharap pada pihak Kepolisian Kota Kendari untuk menindaklanjuti laporan kami ini sehingga orang-orang yang melakukan pemukulan dalat segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Arif juga berharap aparat kepolisian mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya bagi para pengemudi ojek online yang setiap hari mencari nafkah di jalan.

“Kasus pemukulan terhadap pengemudi ojek online maupun taksi online sudah beberapa kali terjadi. Karena itu, kami berharap Bapak Kapolresta Kendari dapat menindak tegas para pelaku kriminal agar memberikan efek jera dan mencegah munculnya korban berikutnya,” pungkasnya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Belum Berizin, GEMPUR Sultra Desak Pemkot Kendari Hentikan Clearing Perumahan di Puuwatu

13 Agustus 2026 - 20:39 WITA

Diduga Garap 32 Hektare Hutan di Boelamo, PT Mandala Jayakarta Disorot GEMPUR Sultra

13 Agustus 2026 - 20:22 WITA

GEMPUR Sultra Desak Kejaksaan Buka Perkembangan Dugaan Korupsi Proyek ANTAM Rp598 Miliar

13 Agustus 2026 - 20:06 WITA

Pinjam Motor Dalih Ambil Uang, Pemuda di Konawe Malah Tak Kembalikan hingga Diciduk Polisi

13 Agustus 2026 - 11:57 WITA

Diduga Lakukan Pelanggaran Pertambangan, PT Integra Mining Nusantara Dilaporkan ke Kejati Sultra

11 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Pria di Kendari Masuk Rumah Warga dan Ancam IRT Pakai Badik, Dilumpuhkan dengan Pukulan Panci

11 Agustus 2026 - 13:22 WITA

Trending di Hukrim