KENDARI – Seorang pria berinisial AN (53), warga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), ditangkap polisi setelah diduga memperkosa anak tirinya sendiri berinisial N (18).
Pelaku diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari pada Rabu, 20 Mei 2026, usai polisi menerima laporan dari ibu korban.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan tindak kekerasan seksual tersebut telah terjadi sejak 2021 saat korban masih berusia 14 tahun.
Korban disebut tidak berani mengungkapkan peristiwa yang dialaminya lantaran mendapat ancaman dari pelaku.
“Tersangka mengancam akan membunuh korban bersama ibu kandung korban, sehingga korban merasa takut,” ujar AKP Malau dalam keterangannya, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Malau, aksi dugaan pemerkosaan itu dilakukan pelaku secara berulang. Peristiwa terakhir diduga terjadi pada 23 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 Wita di Desa Abeko, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.
Kejadian tersebut akhirnya mendorong korban dan keluarganya melapor ke Polresta Kendari untuk diproses secara hukum.
“Atas kejadian tersebut korban dan keluarga merasa keberatan dan melaporkan ke Polresta Kendari guna proses hukum lebih lanjut,” katanya.
Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Akibat perbuatannya, AN dijerat Pasal 473 ayat (1) dan ayat (2)huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana. (lin)

















