KENDARI – Tim Buser77 Sat Reskrim bersama Unit Satintelkam Polresta Kendari meringkus dua pemuda berinisial GA (20) dan RI (19), Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 18.30 Wita.
Keduanya ditangkap di Jalan Tunggala, Kecamatan Wua-Wua, setelah polisi mengantongi bukti kuat keterlibatan mereka dalam kasus pencurian sepeda motor.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan korban berinisial DI (25), seorang petugas keamanan di RS Santa Anna.
Ia mengatakan, korban kehilangan sepeda motornya yang diparkir di sekitar rumahnya di Kecamatan Kendari Barat, Rabu, (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
“Korban memarkir motor dalam kondisi terkunci stang, kemudian masuk ke rumah untuk beristirahat. Namun keesokan paginya, kendaraan tersebut sudah tidak ada,” ujar Welliwanto, Sabtu, 11 April 2026.
Sepeda motor yang dicuri berupa Honda CRF warna putih hitam dengan nomor polisi DT 2657 XA. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp36,7 juta dan melaporkannya ke Polsek Kemaraya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi dua pelaku. GA berperan sebagai eksekutor yang membobol kunci motor menggunakan kunci T, sedangkan RI bertugas mengawasi situasi di lokasi kejadian.
“Setelah berhasil membawa kabur motor, keduanya menyembunyikan kendaraan tersebut di rumah rekannya di wilayah Wua-Wua,” jelasnya.
Sehari setelah pencurian, kedua pelaku menggadaikan motor hasil curian di sebuah tempat rental mobil dengan menjadikannya sebagai jaminan, disertai identitas diri.
Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli narkotika jenis sabu.
Selain itu, GA juga mengaku telah dua kali melakukan aksi serupa di wilayah Morosi, Kabupaten Konawe, bersama seorang rekannya yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF milik korban. Saat ini, kedua pelaku telah ditahan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat. (lin)















