KONAWE SELATAN — Tudingan sejumlah pihak bahwa aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) membuat air sungai keruh dibantah warga sekitar. Bagi mereka, perusahaan justru hadir sebagai pelindung. Salah satunya lewat pembangunan tanggul sungai yang mencegah air masuk ke permukiman saat hujan deras.
Rolis, warga Dusun II, menyayangkan narasi yang mengaitkan keruhnya air dengan keberadaan tambang. Ia mengaku sudah lama tinggal di kawasan itu dan memahami karakter sungainya.
“Saya sudah lama di sini. Kalau hujan, air pasti keruh. Tapi kalau musim kemarau, air begitu jernih,” ujarnya kepada media, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurut Rolis, video yang beredar menampilkan air berwarna merah diambil saat musim hujan.
“Mereka ambil gambar waktu hujan, jadi kelihatan air keruh dan berwarna merah. Padahal kalau musim kemarau, air begitu jernih,” jelasnya.
Tanggul Hentikan Rembesan ke Rumah Warga
Manfaat kehadiran PT WIN justru dirasakan langsung warga lewat infrastruktur. Reza, warga lainnya, menyebut pembangunan tanggul sungai oleh perusahaan sangat berdampak positif.
“Pembangunan tanggul yang dijalankan PT WIN sangat berdampak positif bagi kami. Karena kalau hujan, air tidak merembes ke kawasan permukiman warga,” ungkap Reza.
Ia juga meluruskan soal warna air yang tampak merah dalam video. Menurutnya, hal itu disebabkan warna tanah di lokasi yang memang merah.
“Kalau tanahnya putih, airnya pasti jernih,” katanya.
Reza menegaskan tudingan ke perusahaan tidak berdasar. “Yang pasti, tudingan yang dilayangkan ke perusahaan itu tidak benar,” tegasnya.
Bagi warga, PT WIN dinilai sebagai contoh perusahaan yang peduli pada kondisi kawasan lingkar tambang. Pembangunan tanggul menjadi bukti nyata perhatian perusahaan terhadap keselamatan dan kenyamanan warga saat musim hujan tiba.(red)











