PENAFAKTUAL.COM – Pemerintah desa memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Salah satu upaya nyata untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan membentuk koperasi sebagai wadah usaha bersama masyarakat desa.
Dalam rangka memperkuat peran ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga, telah dilaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) guna membentuk Koperasi Merah Putih di Balai Desa Balo, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Kades Balo, Ademan, menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih hadir sebagai inisiatif strategis untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi masyarakat desa, seperti keterbatasan akses modal, pemasaran hasil pertanian atau UMKM, serta rendahnya daya tawar pelaku usaha kecil. Pembentukan koperasi ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Desa dan prinsip ekonomi gotong royong.
“Sangat luar biasa, dengan adanya koperasi merah putih hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dalam rapat tadi masyarakat menyaksikan untuk menghadiri musdesus kopdes ini ada sekitar 100 lebih, artinya masyarakat sangat antusias dengan adanya koperasi merah putih ini,” ungkap Ademan.
Menurutnya, koperasi ini mengacu pada kebijakan nasional yang tertuang dalam Inpres Nomor 9/2025 dan Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 1/2025, sebagai strategi percepatan penguatan ekonomi desa.
“Koperasi Merah Putih ini nanti akan mengelola unit usaha sesuai dengan potensi lokal desa setempat,” ujar Kades.
Ademan juga menegaskan kepada para pengurus yang sudah terpilih secara mufakat oleh masyarakat untuk bekerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas agar Koperasi Merah Putih di Desa Balo dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Saya berharap kepada pengurus koperasi merah putih yang sudah dibentuk agar dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Dengan terbentuknya Koperasi Merah Putih, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mudah mengakses pembiayaan dan layanan ekonomi lainnya, meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui kerja sama dan manajemen terpadu, serta membangun kemandirian ekonomi tanpa harus bergantung pada pihak luar.
“Koperasi ini diharapkan menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat desa yang berdiri tegak di bawah panji merah putih mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bersama,” tutupnya.(fan)















