Menu

Mode Gelap
Bupati Bombana Burhanuddin Lantik Sunandar A Rahim sebagai Pj Sekda Tujuh Kapolres di Sulawesi Tenggara Berganti Parah! Masyarakat Ungkap Dugaan Pungli ASDP Lagasa hingga Jutaan Rupiah Parah! Aktivitas Tambang PT Timah Diduga Cemari Laut di Kabaena Menebak Arah Kasus Supriyani

Hukrim · 10 Des 2024 21:13 WITA ·

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Gerbang Kendari-Toronipa


 Gerbang wisata Kendari-Toronipa. Foto: Istimewa  Perbesar

Gerbang wisata Kendari-Toronipa. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia), Asosiasi Mahasiswa Radikal (Amara) Sultra kembali mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Gerbang Wisata Kendari-Toronipa.

Amara Sultra merasa kecewa dengan lambannya proses penyelesaian kasus ini, yang telah berlangsung lama tanpa titik terang mengenai aktor dan pelaku dugaan korupsi.

Ketua Umum Amara Sultra, Malik Botom, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan dua kali aksi unjuk rasa di Polda Sultra, Kejati Sultra, Inspektorat, dan Dinas Bina Marga Sultra, namun APH belum memberikan informasi yang jelas mengenai perkembangan kasus ini.

Amara Sultra merasa bahwa APH seharusnya sudah dapat memberikan informasi kepada publik, terutama kepada mereka yang terus menekan agar kasus ini diusut tuntas.

Proyek pembangunan Gerbang Wisata Kendari-Toronipa, yang seharusnya menjadi ikon baru Kota Kendari, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp32 Miliar dan ditargetkan untuk berdiri selama 25 tahun.

Namun, ironisnya, proyek ini mengalami kerusakan di beberapa bagian tak lama setelah diresmikan. Kerusakan ini disebabkan oleh penggunaan bahan material yang murah, yaitu papan semen atau Glass Reinforce Concrete (GRC), yang harganya sekitar Rp150.000 per lembar dengan ukuran 1,2 meter x 2,4 meter. Kontroversi muncul karena biaya proyek yang fantastis namun kualitasnya dipertanyakan.

Amara Sultra khawatir bahwa kasus ini akan berakhir seperti kasus mega proyek lainnya di Sulawesi Tenggara, yang diduga bermasalah namun kemudian hilang tanpa kabar. Mereka mendesak APH untuk bertindak tegas dan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum.

Amara Sultra menyatakan bahwa mereka akan kembali melakukan aksi unjuk rasa jilid 3 dalam waktu dekat untuk memastikan APH menyelesaikan kasus ini secara transparan dan akuntabel.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Rico Fernanda, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa 28 saksi terkait dengan kasus ini. Polda Sultra masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP terkait dengan adanya kerugian negara dalam proyek pembangunan Gerbang Pariwisata Toronipa Kendari. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan, meskipun beberapa pihak terkait berada di luar Sulawesi Tenggara. Polda Sultra akan terus berupaya untuk mengusut tuntas kasus ini.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena adanya dugaan korupsi dan kualitas proyek yang dipertanyakan. Amara Sultra mendesak APH untuk menjalankan fungsinya dengan adil dan tanpa tebang pilih. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelesaian kasus ini.

Polda Sultra, melalui Kasubdit III Tipikor, menyatakan bahwa mereka akan terus berupaya untuk mengusut tuntas kasus ini. Namun, publik masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP dan langkah nyata dari APH untuk menyelesaikan kasus ini. Momentum Harkodia menjadi pengingat penting bagi APH untuk terus berkomitmen dalam memberantas korupsi dan menegakkan supremasi hukum di Indonesia.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 1,208 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Insiden Penganiayaan di Polsek Tiworo Tengah, Kapolda dan Danrem Turun Tangan

1 April 2025 - 22:14 WITA

Insiden Penganiayaan di Polsek Tiworo Tengah: Dua Oknum TNI Diamankan POM

1 April 2025 - 19:34 WITA

Polres Muna Amankan 9 Pemuda yang Diduga Terlibat dalam Pengeroyokan 3 Anggota Polri

31 Maret 2025 - 16:11 WITA

Idul Fitri di Kabaena Timur: Ratusan Warga Bersatu dalam Ibadah

31 Maret 2025 - 14:28 WITA

Polres Muna Ungkap Kronologi Pengeroyokan Anggota Polri yang Melibatkan Oknum TNI

31 Maret 2025 - 13:50 WITA

Insiden Penganiayaan di Malam Takbiran, Polisi di Muna Barat Luka-luka, Diduga Oknum TNI Terlibat

31 Maret 2025 - 11:45 WITA

Trending di Hukrim