Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 23 Jul 2024 15:57 WITA ·

Anggaran Check Up Pj Wali Kota Kendari Berubah dari Rp10 Juta Jadi Rp500 Juta


 Ilustrasi. sumber: kompas.com Perbesar

Ilustrasi. sumber: kompas.com

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kendari menemukan sejumlah perubahan anggaran dalam APBD Kota Kendari tahun 2024 yang digeser oleh Pemerintah Kota (Pemkot).

Pergeseran anggaran yang dilakukan oleh Pemkot Kendari sebanyak 3 kali itu diklaim oleh para anggota DPRD bahwa tanpa sepengetahuan mereka. Atas dasar tersebutlah dibentuk Pansus untuk menyelidiki kejanggalan-kejanggalan dalam pergeseran yang dilakukan.

Salah satu hasil temuan yang diperlihatkan oleh Ketua Pansus, Laode Ashar kepada awak media adalah belanja medical check up Pj Wali Kota Kendari sebesar Rp10 Juta menjadi Rp500 juta. Dalam hal ini, selisih yang terjadi pada perubahan tersebut sebesar Rp490 juta.

“Untuk 2 orang. Tapi kan faktanya cuma sendiri dia. Makanya kenapa Pj sebelumnya dia kasih cuma Rp10 juta,” ungkap Laode Ashar saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Di tempat berbeda, Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup mengatakan, check up kesehatan wajib hukumnya untuk kepala daerah dan telah dianggarkan. Ia menyebut perubahan anggaran check up kesehatan dari Rp10 juta menjadi Rp500 juta itu bisa saja terjadi.

“Bisa saja, Rp1 miliar pun bisa. Saya waktu di Buton Tengah (Buteng) Rp1 miliar biaya check up. Jangan toh ko (kamu) samakan saya dengan kepala dinas,” ungkapnya.

Ia menyebut, biaya kesehatan untuk kepala daerah bersifat tentatif yang bila tidak dihabiskan akan dikembalikan. Anggaran banyak untuk kesehatan hanya untuk jaga-jaga jika diperlukan secara mendesak.

“Bukan saya pergi check up di Puskesmas. Di SPAD rumah sakit angkatan darat. Ngapain saya capek-capek kerja baru tidak perhatikan kesehatan saya. Orang gila itu, orang bodoh itu,” tutur Yusup.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 181 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Laskar Semut Merah Kritisi Lokasi Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari

11 Juli 2026 - 10:00 WITA

Dua Sepeda Motor Bertabrakan di Jalan Poros Lasunapa Muna, Empat Perempuan Dilarikan ke RSUD

11 Juli 2026 - 00:52 WITA

Pinjol Ilegal Ancam Ekonomi Kerakyatan, DPR Dorong Edukasi ke Masyarakat

10 Juli 2026 - 17:33 WITA

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Kawal Penyerahan Sertifikat PTSL 2026 di Watubangga

10 Juli 2026 - 16:55 WITA

Lanud Haluoleo Gelar Nobar Bola Gembira, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

10 Juli 2026 - 16:10 WITA

Senat UHO Tetapkan Tiga Nama Calon Rektor Periode 2026-2030, Ida Usman Raih Suara Tertinggi

10 Juli 2026 - 12:20 WITA

Trending di Daerah