Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 31 Mei 2026 17:12 WITA ·

Tragis, Pelajar Asal Kendari Meninggal Diduga Akibat Sengatan Listrik di Pulau Bokori


 Pelajar asal Kota Kendari, Gilang Fatia (18) meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik di Pulau Bokori. Foto: Istimewa. Perbesar

Pelajar asal Kota Kendari, Gilang Fatia (18) meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik di Pulau Bokori. Foto: Istimewa.

KONAWE – Seorang pelajar asal Kota Kendari, Gilang Fatia (18), ditemukan meninggal dunia di kawasan wisata Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Minggu, 31 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 Wita. Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Martadinata, Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kapolsek Soropia, Ipda Firman Akbar, mengatakan peristiwa tersebut diduga terjadi saat korban menyentuh potongan kabel lampu hias yang tergantung di sekitar lokasi, sementara kakinya masih berada di dalam air laut.

“Sehingga tangan korban melengket dan jatuh mengenai tanggul penahan ombak,” ujar Firman saat dikonfirmasi.

Melihat kejadian tersebut, kedua rekan korban langsung berteriak meminta pertolongan dan mengevakuasi korban ke daratan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Berdasarkan keterangan polisi, sehari sebelum kejadian korban bersama 11 rekannya datang ke Pulau Bokori untuk berkemah pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Keesokan paginya, korban bersama dua rekannya, Rafa Pratama (16) dan Aimar Putra Pratama (16), berenang di laut di samping kanan bangunan Resto Motaha. Saat berada di lokasi tersebut, korban diduga memegang potongan kabel yang mengalirkan listrik.

“Hasil pemeriksaan sementara petugas kesehatan dari Puskesmas Soropia menemukan adanya luka melepuh akibat sengatan listrik pada telapak tangan kiri korban,” kata Firman.

Selain luka akibat sengatan listrik, petugas juga menemukan luka gores pada bagian depan kepala korban yang diduga terjadi saat korban terjatuh.

Setelah menjalani pemeriksaan awal di Puskesmas Soropia, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum.

Firman menegaskan, dugaan sementara penyebab kematian korban adalah sengatan listrik. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih memeriksa para saksi, terutama saksi yang saat itu bersama korban ketika berenang,” pungkasnya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dinilai Cacat Prosedur, Warga Lasalepa Desak Batalkan Sertifikat Tanah Milik Pemda Muna

13 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Aktivitas PT WIN Terhenti, Omzet Pedagang di Torobulu Anjlok dan Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan

12 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Bawa Jenazah dari Kolaka, Ambulans Tabrak Avanza hingga Terperosok ke Jurang di Lambuya Konawe

12 Agustus 2026 - 15:34 WITA

Bupati Muna Barat Apresiasi Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Danlanud Haluoleo Hadiri Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

11 Agustus 2026 - 06:51 WITA

KUPP Molawe Gelar Coklit PNBP Jasa Barang Bersama OSS dan VDNI

11 Agustus 2026 - 06:46 WITA

Trending di Daerah