KONAWE – Sebanyak 27 siswa SMA Negeri 1 Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 24 September 2026.
Para siswa yang mengalami gejala tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Konawe untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP La Ode Muh Jefri Hamzah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Jumlah korban sementara tercatat sebanyak 27 orang.
“Betul ada (keracunan). Jumlah sementara 27 orang,” kata Jefri kepada Penafaktual.com saat dikonfirmasi, Kamis sore.
Jefri mengatakan, polisi telah mendatangi sekolah setelah menerima laporan untuk melakukan pendataan terhadap para siswa yang mengalami gejala serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Kepolisian datang melakukan pendataan terhadap para korban, kemudian melakukan koordinasi terhadap saksi-saksi yang ada di sekolah,” ujarnya.
Selain mendata korban, polisi juga mengamankan sampel menu MBG untuk diperiksa di laboratorium. Penyedia makanan, termasuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), turut dimintai keterangan.
“Saksi yang ada di SPPG, termasuk kepala SPPG, diperiksa. Kemudian sampel makanan juga sudah kami amankan untuk dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, para siswa mengalami sejumlah gejala, di antaranya gatal-gatal pada kulit dan muntah beberapa saat setelah menyantap makanan.
“Setelah makan MBG itu, beberapa saat kemudian siswa itu timbul gatal-gatal dan muntah,” katanya.
Saat ini, para siswa masih menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Konawe. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium. (lin)

















