Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 30 Jul 2026 21:43 WITA ·

Libatkan Pelajar, Mahasiswa KKN UHO Tanam 300 Mangrove di Pesisir Desa Sorue Jaya


 Mahasiswa KKN Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dengan melibatkan pelajar melaksanakan aksi penanaman mangrove di pesisir Desa Sorue Jaya. Foto: Istimewa Perbesar

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dengan melibatkan pelajar melaksanakan aksi penanaman mangrove di pesisir Desa Sorue Jaya. Foto: Istimewa

KONAWE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan aksi penanaman mangrove di pesisir Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu 29 Juli 2026.

Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah desa, guru, dan puluhan anak usia sekolah dasar yang antusias mengikuti penanaman.

Sebanyak 300 pohon anakan mangrove jenis Rhizophora berhasil ditanam. Puluhan mahasiswa UHO dari berbagai fakultas yang tergabung dalam KKN Tematik turut serta dalam aksi peduli lingkungan ini. Tema KKN mereka mencakup konservasi lingkungan, kesehatan, dan perikanan di Desa Sorue Jaya.

Edukasi Fungsi Ekologis Mangrove 

Melalui kegiatan ini, masyarakat khususnya pelajar dan generasi muda diajak mengenal fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir. Selain sebagai aksi konservasi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat menjaga kelestarian pesisir di tengah ancaman abrasi dan perubahan lingkungan.

Kepala Desa Sorue Jaya, Herman, yang hadir dan ikut menanam mangrove menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UHO.

“Atas nama Pemerintah Desa Sorue Jaya, kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UHO. Kondisi pesisir desa kami saat ini mengalami perubahan garis pantai dan abrasi di beberapa titik. Oleh karena itu, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya penting untuk membantu melindungi pantai secara alami, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkap Herman.

Siswa Belajar Langsung di Lapangan

Aksi ini diikuti puluhan siswa SD di Desa Sorue Jaya. Guru SDN 1 Tapulaga, Yanti, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa.

“Sebelum mengikuti kegiatan, masih ada anak-anak yang belum mengenal apa itu mangrove maupun bagaimana cara menanamnya. Melalui edukasi dan praktik penanaman secara langsung, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia dini,” ujar Yanti yang mendampingi siswa selama kegiatan.

Bagian dari Upaya Kesadaran Lingkungan Berkelanjutan

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UHO, Arwan Arif Rahman, menegaskan penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada aksi penanaman mangrove semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Harapannya, anak-anak, pelajar, dan masyarakat memahami bahwa mangrove memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai habitat biota laut serta penopang keseimbangan ekosistem pesisir,” ujar dosen Program Studi Ilmu Kelautan UHO tersebut.

Melalui kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah desa, pihak sekolah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal gerakan bersama menjaga ekosistem pesisir. Sinergi tersebut juga diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan lingkungan pesisir di Kecamatan Soropia, khususnya di Desa Sorue Jaya sebagai salah satu Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia.(red)

Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bank Sultra Salurkan CSR Rp35 Juta untuk Buku Bacaan Perpustakaan Muna

3 November 2026 - 16:09 WITA

PT GAP Jawab Keluhan Nelayan: Dua Perahu Diserahkan untuk Warga Parasi dan Watumbohoti

31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Didatangi Massa, Kadispar Sultra Rdwan Badallah Ngumpet di Balik Staf Perempuan

28 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Dua Rumah Warga di Watonea Muna Ludes Terbakar, Kerugian Hampir Rp1 Miliar

27 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Sertijab Kepala KSOP Kelas II Kendari, Wigyo Gantikan Capt Raman

26 Oktober 2026 - 12:40 WITA

Sat Lantas Polres Buton Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Anoa 2026 Mulai 26 Oktober

24 Oktober 2026 - 09:33 WITA

Trending di Daerah