Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Politik · 20 Mei 2026 16:27 WITA ·

La Ode Rifai Pedansa: Jangan Pertontonkan Konflik Internal NasDem ke Publik


 Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala tampak duduk di kursi belakang saat Rakerwil NasDem Sultra. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala tampak duduk di kursi belakang saat Rakerwil NasDem Sultra. Foto: Istimewa

KENDARI – Polemik penempatan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala di kursi belakang saat Rapat Kerja Wilayah Partai NasDem Sultra terus menjadi sorotan.

Tokoh masyarakat Sultra, La Ode Rifai Pedansa, menilai perlakuan tersebut mencederai marwah lembaga legislatif dan masyarakat kepulauan.

Rakerwil Partai NasDem Sultra digelar di Hotel Claro Kendari pada Senin, 18 Mei 2026.Rifai menegaskan, penempatan La Ode Tariala di barisan belakang bukan sekadar persoalan teknis tata tempat duduk.

Soroti Perlakuan terhadap Kader Partai

Rifai menyebut peristiwa itu memperlihatkan cara partai memperlakukan kader yang tengah menjabat Ketua DPRD Sultra.

“Ini bukan soal kursi semata. Yang duduk di situ adalah Ketua DPRD Sultra dan representasi masyarakat Muna, Muna Barat, serta Buton Utara. Harusnya diperlakukan dengan baik,” ujarnya kepada media.

Ia menilai kejadian tersebut menimbulkan kesan adanya konflik internal yang sengaja dipertontonkan ke publik. Menurutnya, persoalan internal partai seharusnya diselesaikan secara tertutup.

“Kalau ada persoalan internal, jangan dipertontonkan. Boleh beda pendapat, boleh bertengkar, tapi jangan diperlihatkan ke publik. Itu justru bikin malu partai sendiri,” tegasnya.

Khawatir Citra Partai Terganggu

Rifai mengatakan publik dapat dengan mudah membaca adanya ketegangan di tubuh NasDem Sultra dari perlakuan terhadap La Ode Tariala. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesan bahwa partai tidak mampu menjaga soliditas internal.

“Orang luar pasti melihat ini sebagai sesuatu yang tidak sehat. Akhirnya partai sendiri yang ditertawakan karena terlihat saling menjatuhkan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti posisi La Ode Tariala sebagai Ketua DPRD Sultra yang merupakan jabatan strategis. Menurutnya, penghormatan politik dan etika harus tetap dijaga dalam agenda resmi partai.

“Bagaimanapun beliau Ketua DPRD Sultra. Ada etika dan penghormatan politik yang harus dijaga. Jangan karena dinamika internal lalu martabat kader sendiri seperti diabaikan,” tegasnya.

Rifai mengingatkan partai politik seharusnya menjadi ruang untuk membangun solidaritas dan membesarkan kader, bukan membuka ruang konflik yang memicu kegaduhan.

“Sejelek-jeleknya kita, harus tetap saling mendukung dan membesarkan. Kalau sesama kader saling mempermalukan, bagaimana partai mau besar?” tandasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Perlakuan ke La Ode Tariala Dinilai Rusak Citra NasDem Sultra

19 Mei 2026 - 04:09 WITA

Pimpin PAN Muna, Ringan Jhon Target 4 Kursi di Pileg 2029

12 Maret 2026 - 20:06 WITA

Golkar Sultra Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Darwin: Sesuai Amanat Konstitusi

28 Januari 2026 - 15:33 WITA

PT Tiran Nusantara Grup dan RS Bhayangkara Kendari Jalin Kerja Sama Kesehatan

21 Januari 2026 - 13:08 WITA

Partai Golkar Sultra Perkuat Mesin Politik, Musda DPD II Dimulai

17 Januari 2026 - 17:12 WITA

La Ode Muh Inarto Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD II Golkar Kota Kendari

17 Januari 2026 - 15:02 WITA

Trending di Politik