Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Politik · 19 Mei 2026 04:09 WITA ·

Perlakuan ke La Ode Tariala Dinilai Rusak Citra NasDem Sultra


 Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala tampak duduk di kursi belakang saat Rakerwil NasDem Sultra. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala tampak duduk di kursi belakang saat Rakerwil NasDem Sultra. Foto: Istimewa

KENDARI – Penempatan kursi Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Tariala dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sultra memicu polemik. Tariala terlihat duduk di barisan belakang, jauh dari deretan elite partai.

Pemandangan itu dikritik kader senior sekaligus pendiri NasDem Sultra, Jurni. Ia menilai perlakuan terhadap Tariala bukan soal teknis, melainkan cerminan cara partai memperlakukan kadernya.

“Terlepas dari adanya rekomendasi pergantian Ketua DPRD, Pak Tariala hari ini masih sah menjabat Ketua DPRD Sultra dan masih kader NasDem. Itu harus dihargai,” ujar Jurni di lokasi Rakerwil, Senin (18/5/2026).

Dinilai Cederai Etika Politik

Jurni menilai penempatan Tariala di kursi belakang menunjukkan persoalan internal yang tidak dikelola secara dewasa. Padahal, kata dia, NasDem sedang berupaya menjaga soliditas politik di Sultra.

Menurutnya, etika dan penghormatan terhadap kader merupakan hal mendasar dalam tradisi politik. Perlakuan tersebut, lanjutnya, justru bisa memunculkan simpati publik kepada Ketua DPRD Sultra.

“Yang malu sebenarnya bukan Pak Tariala, tapi NasDem sendiri. Publik melihat bagaimana seorang Ketua DPRD diperlakukan oleh partainya sendiri,” jelasnya.

Jurni menegaskan, perbedaan politik semestinya tidak dibawa ke ruang simbolik yang memberi kesan upaya mempermalukan kader. Ia menilai NasDem gagal menjaga estetika politik di hadapan publik.

“Kalau partai mau besar, kader harus diperlakukan dengan baik. Jangan persoalan politik internal kemudian dipertontonkan secara terbuka seperti ini,” katanya.

Proses Pergantian Ketua DPRD Tidak Sederhana

Jurni mengingatkan, proses pergantian Ketua DPRD bukan perkara sederhana. Ada mekanisme partai, rapat paripurna DPRD, hingga persetujuan gubernur dan Kementerian Dalam Negeri yang harus dilalui.

“Mengganti Ketua DPRD itu bukan seperti mengganti Ketua Fraksi. Prosesnya panjang dan ada aturan yang harus dihormati,” tegasnya.

Ia meminta Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi mengevaluasi jajaran internal partai, terutama pihak yang dianggap memberi masukan keliru dalam penyelenggaraan Rakerwil.

Sebagai pendiri NasDem Sultra, Jurni mengaku kecewa. Ia khawatir perlakuan terhadap Tariala merusak citra Ali Mazi sebagai Ketua DPW NasDem Sultra dan anggota DPR RI.

“Pak Ali Mazi harus mereview persoalan ini. Jangan sampai orang-orang di sekitar beliau justru merusak citra partai dan citra beliau sendiri,” ujarnya.

Jurni bahkan menyarankan evaluasi terhadap Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi. Menurutnya, polemik Rakerwil tidak lepas dari buruknya komunikasi internal partai.

“Kalau kader diperlakukan seperti ini, orang bisa apatis terhadap NasDem. Hari ini yang muncul justru simpati publik kepada Pak Tariala,” tandasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pimpin PAN Muna, Ringan Jhon Target 4 Kursi di Pileg 2029

12 Maret 2026 - 20:06 WITA

Golkar Sultra Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Darwin: Sesuai Amanat Konstitusi

28 Januari 2026 - 15:33 WITA

PT Tiran Nusantara Grup dan RS Bhayangkara Kendari Jalin Kerja Sama Kesehatan

21 Januari 2026 - 13:08 WITA

Partai Golkar Sultra Perkuat Mesin Politik, Musda DPD II Dimulai

17 Januari 2026 - 17:12 WITA

La Ode Muh Inarto Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD II Golkar Kota Kendari

17 Januari 2026 - 15:02 WITA

Kembalikan Formulir Pendaftaran, LM Inarto Siap Pimpin Golkar Kendari Lagi

15 Januari 2026 - 22:18 WITA

Trending di Politik