Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Politik · 28 Jan 2026 15:33 WITA ·

Golkar Sultra Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Darwin: Sesuai Amanat Konstitusi


 Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin. Foto: Istimewa

KENDARI – Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Darwin mendukung penuh agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah presiden.

Darwin menjelaskan bahwa kedudukan Polri di bawah presiden bukan sekadar menjalankan amanat konstitusi, melaikan juga bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.

“Posisi ini penting agar koordinasi keamanan nasional berjalan efektif dan tidak menimbulkan dualisme kewenangan,” ujar Darwin, Rabu 28 Januari 2026.

Bupati Muna Barat ini mengatakan, profesionalisme Polri justru harus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi, serta akuntabilitas, bukan dengan mengubah struktur kelembagaan yang berpotensi menimbulkan polemik baru.

Darwin menambahkan, Golkar Sultra konsisten mendukung institusi Polri yang presisi, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat, dengan tetap berada dalam koridor konstitusi dan kepemimpinan nasional di bawah presiden.

Diketahui sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak usulan Polri berada di bawah kementerian. Sikap tegas Kapolri Listyo tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senayan pada Senin 26 Januari 2026.

Menurut Listyo, posisi Polri saat ini yang berada di bawah presiden sudah sangat ideal. Sebab, bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maupun bidang hukum.

Selain itu, kata Lstiyo, posisi Polri di bawah kementerian bisa berpotensi menimbulkan matahari kembar.

Bahkan, bila ditawari menjadi menteri kepolisian, Listyo secara tegas akan menolak jabatan itu dan lebih memilih menjadi petani.

“Saya tegaskan di depan bapak dan ibu sekalian, saya menolak polisi di bawah kementerian. Oleh karena itu, meletakan polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden,” tegasnya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Viral Pernyataan Cak Imin: NU Terpuruk Lima Tahun Terakhir karena Dipimpin Alumni HMI!

30 Agustus 2026 - 11:50 WITA

Gugum Ridho Putra Resmi Mundur dari Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang

29 Agustus 2026 - 23:12 WITA

Sudah Dipenjara, Proses Pemberhentian La Ami dari DPRD Kendari Tertahan di Meja Wali Kota

28 Agustus 2026 - 17:25 WITA

Resmi! Sudiami Ditunjuk Jadi Ketua GEMA Keadilan Bombana, Ini Targetnya

27 Agustus 2026 - 20:28 WITA

GEMA Keadilan Sultra Kukuhkan 17 Ketua DPD, Siap Perkuat Peran Pemuda di Daerah

27 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Tinggal Tunggu Momentum, Jokowi Disebut Akan Pimpin Langsung PSI Bersma Budi Arie

25 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Trending di Politik