Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 18 Mei 2026 11:02 WITA ·

Diduga Jadi Langganan Pelangsir, Antrean “Motor Tangki Gajah” di SPBU Motaha Konsel Bikin Warga Geram


 Motor jenis Suzuki Thunder dengan tanggung berukuran besar tampak mengantre di SPBU Motaha Konsel. Foto: Istimewa Perbesar

Motor jenis Suzuki Thunder dengan tanggung berukuran besar tampak mengantre di SPBU Motaha Konsel. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – Sebuah video amatir yang memperlihatkan belasan sepeda motor jenis Suzuki Thunder dengan tangki diduga dimodifikasi mengantre di SPBU Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak kendaraan roda dua yang populer disebut “motor tangki gajah” berbaris rapi mendominasi jalur pengisian BBM subsidi jenis Pertalite.

Bukan rahasia lagi, Suzuki Thunder kerap disebut menjadi kendaraan favorit para oknum pelangsir BBM lantaran kapasitas tangkinya yang relatif besar. Dugaan modifikasi tangki pun memicu sorotan warga yang merasa dirugikan akibat antrean panjang di SPBU.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku geram karena proses pengisian motor-motor tersebut memakan waktu lama hingga membuat antrean kendaraan umum mengular keluar area SPBU.

“Jelas kami geram. Kita yang mau isi bensin untuk dipakai harian atau kerja harus antre berjam-jam. Sementara mereka bolak-balik isi pakai tangki raksasa. Kadang sebelum giliran kita, bensin sudah habis duluan,” ujarnya, Minggu, 17 Mei 2026.

Menurut dia, aktivitas pengisian BBM oleh armada motor Thunder diduga modifikasi itu bukan pertama kali terjadi. Warga sekitar bahkan menyebut pemandangan tersebut hampir terjadi setiap hari.

Ia menilai pihak SPBU seharusnya lebih selektif dan berani menolak kendaraan yang secara kasat mata diduga telah dimodifikasi untuk kepentingan melangsir BBM subsidi.

“Kami minta aparat kepolisian dan pihak Pertamina turun tangan menindak dan memberi sanksi terhadap SPBU maupun para pelangsir ini,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab SPBU Motaha, Edo, membantah adanya modifikasi pada kendaraan tersebut.

“Motor Thunder tidak ada modifikasi, tangkinya normal,” singkatnya saat dikonfirmasi.

Namun, Edo enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dugaan aktivitas pelangsir yang disebut rutin mengantre di SPBU tersebut.

Terpisah, Communication Relations Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Okky Aditya, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait antrean motor Suzuki Thunder yang diduga dimodifikasi di SPBU Motaha.

“Kami cek dahulu ya,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menegaskan kendaraan yang dimodifikasi untuk pengisian BBM tidak dibenarkan karena mengubah spesifikasi kendaraan dan berpotensi membahayakan pengguna.

“Karena mengubah spesifikasi kendaraan dan dapat membahayakan pengguna juga,” katanya.

Selain itu, Pertamina menyebut pengisian BBM menggunakan jerigen masih diperbolehkan sepanjang dilengkapi surat rekomendasi dari pemerintah setempat.

“Untuk pembelian BBM dengan jerigen biasanya dilayani karena menggunakan surat rekomendasi,” pungkasnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Balapan Muna Cup Race 1 2026 Diwarnai Kecelakaan, Pembalap Diduga Tabrak Penonton

5 Juli 2026 - 20:50 WITA

Warga Kembali Segel Kantor Desa Moasi Muna, Tuntut Transparansi Dana Desa dan Pengadaan Ayam Petelur

5 Juli 2026 - 18:00 WITA

HMI Kendari Gelar Diskusi Publik, Soroti Tantangan Program Makan Bergizi Gratis

5 Juli 2026 - 12:11 WITA

IRT Muda di Kendari Dilaporkan Hilang, Diduga Sempat Berkomunikasi dengan Pria

4 Juli 2026 - 18:02 WITA

Pemkab Muna Barat Genjot Infrastruktur, Empat Ruas Jalan Dipastikan Mulai Dibangun Tahun Ini

3 Juli 2026 - 13:28 WITA

Percepatan Pembangunan IPIP, Petani dan Nelayan di Koloka Keluhkan Dampak Lingkungan dan Mata Pencaharian

3 Juli 2026 - 09:14 WITA

Trending di Daerah