KONAWE SELATAN – Di tengah deru alat berat dan debu tambang, tumbuh asa baru dari tangan-tangan warga lingkar tambang Konawe Selatan. PT Wijaya Inti Nusantara menyalurkan bantuan kewirausahaan untuk 12 warga, menanam modal dan mimpi agar ekonomi keluarga tak lagi bergantung pada lubang galian.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.30 WITA itu melibatkan Tim Humas PT WIN, Tim CSR, pendamping program, serta perwakilan masyarakat. Bantuan yang diberikan tak sekadar uang, tapi juga peralatan usaha kecil hingga pendampingan pengembangan usaha mikro, disesuaikan dengan kebutuhan tiap penerima manfaat.
Modal untuk Dapur, Kios, dan Ladang Sendiri
Perwakilan PT WIN, Randi Gunawan, menegaskan program ini adalah ikhtiar perusahaan agar warga sekitar operasional bisa berdiri di kaki sendiri.
“Program ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan perekonomian keluarga. Kami berharap bantuan ini bisa menjadi langkah awal lahirnya usaha-usaha produktif yang berkelanjutan,” ujar Randi.
Sasarannya beragam: usaha kuliner, kios sembako, pertanian kecil, hingga usaha rumahan. Bukan bagi-bagi instan, tapi memancing agar warga punya penghasilan di luar tambang. Sebab tambang ada umurnya, tapi kemandirian bisa diwariskan.
Bukan Hanya Bantuan, Tapi Ilmu Bertahan
Selain menyerahkan modal dan alat, Tim CSR PT WIN juga membekali warga dengan edukasi kewirausahaan. Warga diajak belajar mengelola usaha, mengembangkan produk, hingga menjaga kualitas agar mampu bersaing di pasar.
Agar tepat sasaran, penyaluran dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Mereka yang paling tahu siapa yang benar-benar membutuhkan, siapa yang sungguh-sungguh ingin berusaha.
Suara Warga: “Kami Merasa Terbantu”
Bagi Satria Rangga Wuni, bantuan itu seperti oase. Di tengah upaya merintis usaha sendiri, uluran PT WIN meringankan langkahnya.
“Kami merasa terbantu dengan adanya bantuan usaha ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Rolis, penerima manfaat lainnya, menitip harapan lebih jauh. Ia ingin ada pelatihan lanjutan soal pemasaran dan pengelolaan usaha.
“Kami berharap ada pendampingan lanjutan, terutama soal cara mengembangkan usaha dan pemasaran produk supaya usaha masyarakat bisa terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Menanam Kemandirian di Tanah Lingkar Tambang
Di wilayah lingkar tambang, warga kerap hanya jadi penonton. Saat alat berat berhenti, ekonomi ikut mati. Program PT WIN mencoba memutus rantai itu: dari warga yang menunggu giliran kerja tambang, menjadi warga yang membuka warung, menanam, mengolah, dan menjual.
Langkah kecil hari ini, jika dikawal konsisten, bisa jadi jalan keluar dari ketergantungan. Sebab kesejahteraan sejati bukan saat perusahaan memberi, tapi saat warga sudah mampu berdiri sendiri, lama setelah tambang selesai dikeruk.(lin)
















