KENDARI – DPD Pemuda Tani Indonesia Sulawesi Tenggara mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas memberantas mafia BBM subsidi jenis solar. Praktik penyalahgunaan itu dinilai merugikan petani dan menggerogoti uang negara.
Ketua DPD PTI Sultra, Muhammad Miradz, menegaskan pemerintah pusat tengah berupaya keras menjaga stabilitas distribusi dan harga BBM subsidi untuk rakyat kecil. Namun di lapangan, penyaluran solar di sejumlah SPBU diduga masih menyimpang dari aturan.
“Petani justru dipersulit membeli BBM subsidi di SPBU untuk kebutuhan pertanian mereka,” tegas Miradz, Sabtu, 9 Mei 2026.
Petani Menjerit, Oknum Jual Jeriken
Miradz mengungkapkan banyak petani kesulitan mendapat solar untuk mengoperasikan alat pertanian dan mesin panen. Keluhan muncul saat musim tanam hingga panen di berbagai daerah Sulawesi Tenggara.
Ironisnya, di sisi lain masih marak oknum yang menjual solar subsidi menggunakan jeriken dengan harga jauh di atas HET.
Ancam Swasembada Pangan
PTI Sultra menilai kondisi itu langsung menghambat program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Penyalahgunaan BBM subsidi berpotensi menekan produktivitas petani dan mengancam ketahanan pangan daerah.
“Percuma pemerintah pusat capek tambal anggaran buat mensubsidi kalau di daerah disalahgunakan oleh oknum mafia di SPBU atau Pertamina di daerah,” pungkas Miradz.
Ultimatum ke APH: Awasi Ketat, Tindak Tegas
Miradz meminta aparat penegak hukum segera menertibkan dugaan mafia BBM subsidi di wilayah Sultra. Ia mendesak pengawasan ketat agar distribusi solar subsidi tepat sasaran ke masyarakat yang berhak.
PTI Sultra menegaskan tidak akan tinggal diam. Jika penanganan di daerah mandek, Miradz akan meneruskan persoalan ini langsung ke Kapolri.
Ia mengaku memiliki akses komunikasi langsung dengan Kapolri melalui jaringan organisasi nasional yang diikutinya.(red)
















