Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 7 Mei 2026 08:41 WITA ·

Jalan Tani HKM Tua Maruju Buton Selatan Ditutup, Oknum TNI AR Diduga Ikut Terlibat


 Jalan HKM Tua Maruju di Kelurahan Bosua, Kecamatan Batauga dipalang menggunakan material timbunan. Foto: Istimewa Perbesar

Jalan HKM Tua Maruju di Kelurahan Bosua, Kecamatan Batauga dipalang menggunakan material timbunan. Foto: Istimewa

BUTON SELATAN – Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) Tua Maruju di Kelurahan Bosua, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), mengeluhkan penutupan akses jalan tani yang terjadi sejak sepekan terakhir.

Jalan tersebut dipalang menggunakan material timbunan dan pohon tumbang. Akibatnya, aktivitas petani yang berkebun di kawasan HKM Tua Maruju terganggu, terutama dalam pengangkutan hasil panen.

“Terganggu sekali, kasihan masyarakat khususnya petani. Kami tidak mengerti apa-apa. Kemarin saat pohon ditebang, masih ada petani di kebun. Mobilnya tidak bisa keluar. Hasil panen terpaksa dipindahkan dulu ke mobil pikap agar bisa sampai ke kampung,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Rabu, 6 Mei 2026.

Warga mengaku belum mengetahui alasan pasti penutupan jalan tersebut. Namun, aksi itu diduga dilakukan oleh sejumlah warga sipil yang bukan anggota Kelompok Tani HKM Tua Maruju.

Dua pohon yang diduga sengaja ditebang untuk menutup akses Jalan HKM Tua Maruju di Kelurahan Bosua. Foto: Istimewa

Selain warga sipil, terdapat dugaan keterlibatan oknum anggota TNI aktif berinisial AR yang berdinas di Batalion TP Lamaindo.

“Ada warga sipil, ada juga oknum TNI katanya. Oknum TNI ini orang yang diduga ikut terlibat mengeluarkan barang bukti titipan KPH Lakompa di Polsek Batauga,” terang warga tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum TNI itu juga diduga mengarahkan warga untuk mengambil kayu jati di dalam kawasan hutan dengan menggunakan jalan milik Kelompok Tani HKM Tua Maruju.

Dinilai Ganggu Program Ketahanan Pangan*
Dugaan keterlibatan oknum TNI aktif dalam pemalangan jalan ini menimbulkan pertanyaan. Jika terbukti, tindakan tersebut dinilai tidak dibenarkan.

Selain mengganggu aktivitas petani, penutupan jalan juga dianggap menghambat program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum TNI berinisial AR terkait dugaan tersebut.(red)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Yayasan Dharul Ashar Bantah Tudingan Pungli: 430 Rumah di Kabaena Nikmati Air Bersih

6 Mei 2026 - 22:21 WITA

SMKS Wapunto Muna Buka SPMB 2026–2027, Pendaftaran Dibuka Tanpa Batas Kuota

5 Mei 2026 - 23:55 WITA

KUPP Molawe Gencarkan Patroli Maritim

5 Mei 2026 - 21:41 WITA

Bupati Bombana Hadiri Gala Dinner Musrenbang RKPD Sultra 2027 di Kolaka

5 Mei 2026 - 16:34 WITA

Lolos Tes Tertulis, Siswa SMA di Kendari Gugur Seleksi Paskibraka karena Alasan Fisik

5 Mei 2026 - 15:14 WITA

Kadin Sultra Hadirkan Sufana Sari Kedelai untuk Sukseskan Makan Bergizi Gratis

5 Mei 2026 - 14:26 WITA

Trending di Daerah