KENDARI – Proses seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Sulawesi Tenggara menuai sorotan. Seorang peserta asal SMA Negeri 1 Kendari, Raihan Azka Alfara, dinyatakan tidak lulus meski telah melewati sejumlah tahapan seleksi.
Raihan sebelumnya disebut lolos seleksi administrasi, Tes Intelegensia Umum (TIU), serta Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Namun, ia gugur pada tahap seleksi parade dengan alasan kondisi fisik, yakni bentuk kaki yang dinilai menyerupai huruf X.
Orang tua Raihan, Adinda Farida, mengaku heran dengan keputusan tersebut. Ia menilai secara kasat mata kondisi kaki anaknya terlihat normal.
Saya tidak paham proses seleksi Capaska Sultra, tapi dari pandangan dan pengamatan saya sebagai orang awam. Jika anak saya, Raihan, yang gugur pada saat seleksi parade di katakan berkaki X, sesuai syarat dan ketentuan katanya,” kata Farida, Selasa, 5 Mei 2026.
Farida juga menyebut sejumlah pengalaman anaknya yang dinilai relevan, di antaranya pernah dipercaya sebagai komandan pleton (Danton) pada pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) serta peringatan Hari Ulang Tahun Sulawesi Tenggara.
Selain itu, ia mengungkapkan nilai akademik Raihan selama seleksi tergolong tinggi, yakni 95 untuk TIU dan 100 untuk wawasan kebangsaan.
“Nilai akademiknya sangat memuaskan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Hardin, belum memberikan penjelasan rinci terkait persoalan tersebut dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada pihak teknis.
“Coba hubungi adminnya karena secara teknis dia lebih tahu,” singkatnya.
Dikonfirmasi terpisah, Admin Transparansi Paskibraka Sultra, Rizka Palando Kamaruddin, menyebut proses seleksi Raihan masih berada pada tahap tingkat Kota Kendari.
“Yang bersangkutan (Raihan) masih di tahap seleksi Kota Kendari, silahkan langsung ke Badan Kesbangpol Kota Kendari untuk penjelasan lebih lanjut,” terangnya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kendari, Fadlil Suparman, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp. (lin)
















