Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 30 Apr 2026 14:04 WITA ·

Jelang Hari Buruh 2026, Tiga Buruh PT TPM Menang Gugatan dan Dapat Pesangon


 Ilustrasi. Tiga buruh perusahaan di Sulawesi Tenggara mendapatkan keadilan menjelang Hari Buruh 2026.Foto: AI Perbesar

Ilustrasi. Tiga buruh perusahaan di Sulawesi Tenggara mendapatkan keadilan menjelang Hari Buruh 2026.Foto: AI

KENDARI – Tiga buruh PT Tani Prima Makmur (TPM) akhirnya memperoleh keadilan menjelang peringatan Hari Buruh 2026, setelah melalui rangkaian proses hukum yang panjang.

Sebelumnya, ketiga pekerja tersebut diberhentikan tanpa menerima pesangon. Mereka juga sempat dilaporkan ke pihak kepolisian serta digugat secara perdata oleh perusahaan dengan nilai tuntutan mencapai Rp10 miliar.

Ketua LBH HAMI Sulawesi Tenggara, Andre Darmawan, mengatakan pihaknya telah mendampingi para buruh sejak awal hingga seluruh tahapan proses hukum selesai.

Menurut Andre, pada tingkat Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), gugatan yang diajukan para buruh dikabulkan sebagian dan perusahaan diwajibkan membayar hak-hak pekerja.

Putusan tersebut kemudian diperkuat hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Dalam amar putusannya, MA mengabulkan permohonan kasasi PT TPM, namun tetap menyatakan hubungan kerja antara perusahaan dan para buruh telah putus serta mewajibkan perusahaan membayarkan seluruh hak pekerja sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hak-hak tersebut meliputi pembayaran pesangon, uang penghargaan masa kerja, serta hak lainnya, termasuk upah selama proses perselisihan berlangsung.

Total kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi perusahaan mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, gugatan perdata yang diajukan perusahaan senilai Rp10 miliar juga dinyatakan tidak dapat diterima oleh pengadilan.

Tak hanya itu, laporan polisi terhadap para buruh turut dihentikan sehingga tidak berlanjut ke proses hukum berikutnya.

Andre menegaskan, putusan tersebut menjadi bentuk perlindungan hukum bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja secara sepihak.

Ia menyebut kemenangan ini sebagai momentum penting menjelang peringatan Hari Buruh 2026.

“Ini bukti bahwa buruh bisa mendapatkan keadilan melalui jalur hukum,” ujar Andre melalui akun media sosialnya, Kamis, 30 April 2026.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT WIN dan Warga Torobulu Gotong Royong Benahi Permukiman

3 Mei 2026 - 15:15 WITA

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria yang Ditemukan Tergantung di Pohon di Konawe Selatan

3 Mei 2026 - 00:48 WITA

Kronologi Penemuan Mayat Pria Tergantung di Atas Pohon di Tinanggea Konsel

2 Mei 2026 - 23:08 WITA

Dituding Tambang, PT WIN Tegaskan Aktivitas Hanya Penataan Lereng

2 Mei 2026 - 21:31 WITA

Geger, Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Atas Pohon di Konawe Selatan

2 Mei 2026 - 20:52 WITA

Tutup Tahapan Audit, Pemkab Bombana-BPK Sultra Gelar Exit Meeting LKPD 2025

2 Mei 2026 - 10:49 WITA

Trending di Daerah