Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 12 Apr 2026 11:31 WITA ·

PT TAS Mangkir Sidang Mediasi III, KSBSI Tuding Pemerintah Lemah


 Sidang mediasi III terkait perselisihan hubungan industrial antara PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) dan Eks Pekerja atas nama Saddam. Foto: Istimewa Perbesar

Sidang mediasi III terkait perselisihan hubungan industrial antara PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) dan Eks Pekerja atas nama Saddam. Foto: Istimewa

KENDARI – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Kendari menggelar sidang mediasi III terkait perselisihan hubungan industrial antara PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) dan Eks Pekerja atas nama Saddam pada Rabu, 8 April 2026. Namun, PT TAS tidak hadir dalam sidang tersebut.

LM Syarif Nidi, Staf Mediator Disnaker Kota Kendari, membenarkan ketidakhadiran PT TAS dan mengatakan bahwa pihak Disnaker sempat dihubungi oleh PT TAS untuk meminta penjadwalan ulang pada Jumat, 10 April 2026.

“PT TAS tidak hadir dalam mediasi III, kami sempat dikonfirmasi untuk minta mediasi III di ulang pada hari Jumat,” ucapnya.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari, Sarman, menilai bahwa ketidakhadiran PT TAS merupakan tindakan yang tidak menghargai Pemerintah Kota Kendari.

“Surat Sidang Mediasi III itu merupakan produk hukum yang dikeluarkan oleh Disnaker, seharusnya PT TAS patuh atas panggilan tersebut,” kata Sarman.

Sarman juga menganggap Pemerintah Kota Kendari tidak tegas dan terkesan takut kepada perusahaan tersebut.

“Saya nilai Pemkot ini takut dan saya melihat konfirmasi pihak PT TAS seakan-akan pemerintah mau diatur-atur oleh korporasi,” ujarnya.

KSBSI Kendari meminta Disnaker Kota Kendari segera mengeluarkan anjuran sehingga persoalan tersebut dapat dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial.

Menariknya, terungkap bahwa salah satu anggota DPRD Provinsi Sultra Fraksi PKS, AZ, menjadi salah satu Direksi PT TAS.(red)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Empat Kandidat Berebut Kursi Sekda Bombana

12 April 2026 - 13:40 WITA

Pemkot Kendari Dibawah Sorotan, Limbah Lindi TPA Puwatu Belum Teratasi

12 April 2026 - 13:28 WITA

Kota Kendari Berpotensi Dinyatakan Kotor, DLHK Beralibi Kurangnya Kesadaran Masyarakat

12 April 2026 - 13:10 WITA

KSBSI Desak Copot Sekda Kota Kendari, Buntut Dugaan Union Busting

12 April 2026 - 11:08 WITA

JMSI Sultra Bakal Gelar Talk Show Ekonomi, Libatkan Pemangku Kepentingan

12 April 2026 - 10:37 WITA

PT WIN Bangun Sumur Bor untuk Warga Torobulu, Permudah Akses Air Bersih

11 April 2026 - 18:29 WITA

Trending di Daerah