Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 18 Mar 2026 01:10 WITA ·

Diterjang Arus Selokan saat Hujan, Dua Balita di Lianosa Muna Meninggal Dunia


 Masyarakat Desa Lianosa saat melakukan pencarian terhadap korban. Foto: Istimewa Perbesar

Masyarakat Desa Lianosa saat melakukan pencarian terhadap korban. Foto: Istimewa

MUNA – Tiga anak balita dilaporkan tenggelam setelah terbawa arus drainase di Desa Lianosa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Ketiga anak tersebut masing-masing berinisial LT (5), FS (5), dan Z (3). Dalam peristiwa ini, FS dan Z dilaporkan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Muna, Iptu Muh Jufri, menjelaskan bahwa awalnya ketiga anak tersebut bersama seorang rekannya berinisial WL sedang bermain di teras rumah saat hujan lebat turun.

Saksi bernama La Lili (47), yang merupakan orang tua FS dan Z, sempat melarang anak-anak tersebut agar tidak bermain di luar rumah saat hujan deras.

“Namun, saksi kemudian masuk ke dalam rumah, memutar musik, dan tertidur,” ujar Muh Jufri saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Sekitar pukul 11.30 Wita, Kepala Dusun I Desa Lianosa, Basman, datang ke rumah La Lili sambil mengantar dua anak, yakni LT dan WL. Ia menyampaikan bahwa beberapa anak terbawa arus selokan dan ditemukan di kali samping SD Negeri 2 Tongkuno Selatan.

“Mendengar informasi tersebut, saksi bersama masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran selokan,” kata Muh Jufri.

Personel Polsek Tongkuno dan Polsubsektor Tongkuno Selatan yang dipimpin Kapolsek Tongkuno, Ipda Munardin, bersama pemerintah desa dan masyarakat turut membantu proses pencarian hingga para korban ditemukan di aliran kali di samping sekolah tersebut.

Sekitar pukul 14.10 Wita, korban FS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sepuluh menit kemudian, korban Z juga ditemukan tidak jauh dari lokasi yang sama, juga dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, LT ditemukan lebih dahulu dalam keadaan selamat, meski mengalami luka lecet di bagian tangan, kaki, dan kepala.

Diketahui, jarak antara selokan di depan rumah korban hingga lokasi penemuan di kali samping SD Negeri 2 Tongkuno Selatan sekitar 500 meter.

“Selokan tersebut relatif sempit dan tidak terlalu dalam. Namun, akibat hujan lebat, debit air meningkat sehingga arus menjadi cukup deras dan menyeret anak-anak tersebut,” jelas Iptu Jufri.

Ia menambahkan, dari empat anak yang berada di lokasi, WL tidak ikut turun ke selokan sehingga tidak terbawa arus.

Setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Tongkuno untuk pemeriksaan medis. Namun, hasil pemeriksaan menyatakan keduanya telah meninggal dunia.

Sekitar pukul 15.30 Wita, jenazah kedua korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka.

Tim Inafis Polres Muna bersama tenaga medis Puskesmas Tongkuno juga telah melakukan pemeriksaan dan visum terhadap kedua korban. Peristiwa ini dipastikan merupakan musibah akibat derasnya arus air selokan saat hujan lebat.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca buruk, guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutup Iptu Jufri.(red)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kasus Penganiayaan Pelajar di Muna, Dua Pelaku Ditangkap 63 Hari Kemudian

24 September 2026 - 10:43 WITA

Pencurian Pagar Besi KONI Sultra Digagalkan, Tiga Pelaku Kabur Tinggalkan Mobil dan Barang Bukti

24 September 2026 - 07:25 WITA

Usai Pesta Miras, Ayah di Buton Tengah Tikam Anak Kandung hingga Tewas

23 September 2026 - 12:18 WITA

Dugaan Permainan Solar di SPBN Bokori Soropia, Mahasiswa Desak APH Bertindak

22 September 2026 - 19:40 WITA

DPRD Minta BGN Audit Dokumen Higienis Sanitasi 41 SPPG di Kendari

22 September 2026 - 16:52 WITA

Disebut Bentak Korban dan Samakan dengan Acara ‘Termehek-mehek’, Kasat Reskrim Polresta Kendari Disorot

21 September 2026 - 20:06 WITA

Trending di Hukrim