KENDARI – Arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Haluoleo Kendari, diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 17 atau 18 Maret mendatang. Prediksi ini merujuk pada tren statistik tahunan yang menempatkan lonjakan penumpang pada H-3 Idulfitri.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo, Denny Ariyanto, mengungkapkan bahwa selain arus mudik, puncak arus balik juga telah dipetakan akan terjadi pada empat hari setelah lebaran (H+4).
“Lonjakan penumpang itu kalau dari data statistik kami yang kami bandingkan dengan tahun sebelumnya, itu perkiraan kami H-3 untuk arus mudiknya dan H+4 untuk arus baliknya,” ujar Denny saat ditemui di Terminal Tipe A Puuwatu, Jumat malam, 13 Maret 2026.
Guna menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, pihak otoritas bandara telah menyiagakan Posko Angkutan Lebaran 2026. Posko ini melibatkan sinergi lintas instansi untuk mengawal kelancaran aktivitas penerbangan.
“Bandara Haluoleo sendiri sudah membuka posko angkutan lebaran 2026/1447 hijriah, yang diikuti oleh segenap stakeholder, dalam hal ini Lanud TNI, Polri, terus ada Basarnas, terus ada kantor karantina kesehatan pelabuhan dan seluruh maskapai yang ada di bandara,” kata Denny.
Data per 12 Maret 2026 menunjukkan tren kenaikan volume penumpang dan barang yang cukup signifikan. Tercatat, jumlah penumpang berangkat mencapai 2.105 orang, lebih tinggi dibandingkan penumpang tiba yang berjumlah 1.674 orang.
Sektor logistik juga menunjukkan grafik serupa. Total kargo yang dilayani mencapai 30.023 kg, dengan rincian barang masuk sebesar 20.496 kg dan barang keluar sebanyak 9.327 kg.
“Jika dibandingkan dengan data Lebaran 2025, jumlah penumpang tahun ini naik sekitar 4-5 persen, sementara volume kargo melonjak 12-14 persen,” tambah Denny.
Pada puncak arus mudik nanti, kepadatan penumpang diperkirakan menyentuh angka 2.000 orang per hari. Denny memastikan seluruh fasilitas dan personel dalam kondisi siap siaga menghadapi lonjakan tersebut. (lin)
















