KENDARI – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk segera membentuk peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan seluruh kendaraan operasional di sektor pertambangan dan industri smelter menggunakan nomor polisi berplat DT.
Dorongan tersebut disampaikan setelah Ampuh Sultra mengamati masih banyak perusahaan pertambangan di wilayah Sulawesi Tenggara yang menggunakan kendaraan, seperti dump truck dan alat berat, dengan nomor polisi dari luar daerah.
Direktur Ampuh Sultra mengatakan kondisi itu berpotensi mengurangi pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Di wilayah pertambangan kita di Sultra ini masih banyak kendaraan yang menggunakan plat luar, seperti dari Sulawesi Selatan, Jakarta, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya. Artinya, pembayaran pajak kendaraan tersebut tidak masuk ke kas daerah Sultra, melainkan ke daerah asal kendaraan itu terdaftar,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Pihaknya menilai kondisi tersebut menimbulkan ketimpangan dan rasa ketidakadilan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Pasalnya, infrastruktur jalan di Sulawesi Tenggara digunakan sebagai jalur operasional kendaraan perusahaan, sementara penerimaan pajaknya justru dinikmati daerah lain.
“Ini salah satu alasan kami mendorong Pemprov Sultra untuk membentuk Perda, agar seluruh kendaraan di sektor pertambangan maupun industri smelter wajib membayar pajak di Sultra,” katanya.
Ampuh Sultra meyakini, apabila Perda tersebut dapat dibentuk dan diterapkan secara maksimal, maka pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan akan meningkat secara signifikan.
Menurut mereka, peningkatan penerimaan pajak tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di Sulawesi Tenggara.
“Kalau pendapatan pajak maksimal, kemudian dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, kami yakin persoalan jalan yang selama ini menjadi problem utama di Sultra dapat segera diatasi,” pungkasnya.
















