KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memberikan perhatian serius terhadap polemik jasa transportasi di Bandara Halu Oleo. Ia berjanji akan menyesuaikan hal tersebut untuk kenyamanan wisatawan dan warga Sultra.
“Sudah ada laporan ke saya, tapi nanti kita akan ngecek dulu, dimana kendalanya,” kata Andi Sumangerukka saat ditanya wartawan di sela-sela sidak harga dan stok sembako jelang Idul Fitri, Kamis, 4 Maret 2026.
Polemik ini bermula dari keluhan penumpang yang tidak dapat mengakses layanan transportasi online Grab di Bandara Halu Oleo.
Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sultra juga menyoroti buruknya layanan transportasi di bandara tersebut, dan menduga koperasi yang menangani transportasi hanya modus oknum untuk menarik jatah preman (Japre)
“Koperasi yang didirikan sejak 2017 itu tidak seperti koperasi pada umumnya. Untuk jadi sopir atau mendaftarkan mobil ke koperasi, dipungut biaya 2 juta, dan per bulan di pungut iuran 500 ribu,” kata Ketua IMALAK Sultra, Ali Sabarno.
IMALAK Sultra juga menyesalkan tidak adanya transportasi online di Bandara Halu Oleo, dan meminta pihak berwenang untuk tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.
Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang bukan berada di bawah kewenangan pihak bandara, melainkan di bawah Lanud Halu Oleo.(red)
















