Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 1 Agu 2025 15:01 WITA ·

Ampuh Sultra Geruduk Bea Cukai Pusat: Desak Cabut Izin Kawasan Berikat Morosi dan Copot Kepala KPPBC Kendari


 Ampuh Sultra mendesak Dirjen Bea Cukai segera pencabutan izin Kawasan Berikat Morosi dan mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Ampuh Sultra mendesak Dirjen Bea Cukai segera pencabutan izin Kawasan Berikat Morosi dan mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Kendari. Foto: Istimewa

JAKARTA – Puluhan massa yang tergabung dalam lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeruduk kantor Bea Cukai Pusat pada Kamis, 31 Juli. Massa mendesak agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) merekomendasikan pencabutan izin Kawasan Berikat Morosi yang dikelola oleh PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI).

Tidak hanya itu, massa juga mendesak agar Dirjen Bea Cukai segera mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Kendari.

Tuntutan tersebut disuarakan menyusul adanya temuan dari Ampuh Sultra terkait dugaan penyalahgunaan Kawasan Berikat Morosi oleh PT VDNI selaku pengelola kawasan untuk melakukan kegiatan ilegal berupa penjualan atau pengeluaran barang dari Kawasan Berikat Morosi tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang digelar pihaknya hari ini merupakan upaya pressure atas aksi sebelumnya yang digelar pada Kamis, 17 Juli 2025, di kantor KPPBC TMP C Kendari.

“Aksi hari ini di Bea Cukai Pusat merupakan upaya pressure kami karena sebelumnya kami telah menyampaikan semua persoalan yang terjadi di Kawasan Berikat Morosi, namun pihak KPPBC TMP C Kendari tak kunjung mengambil sikap tegas,” kata Hendro.

Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk membawa persoalan Kawasan Berikat Morosi kepada Bea Cukai Pusat dengan harapan pihak Bea Cukai Pusat bisa segera mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh PT VDNI selaku pengelola Kawasan Berikat Morosi.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar Dirjen Bea dan Cukai mengevaluasi kinerja kepala KPPBC TMP C Kendari yang dinilai gagal dalam melakukan pengawasan di Kawasan Berikat Morosi sehingga menyebabkan terjadinya kegiatan ilegal di dalam kawasan berikat secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“Tidak bisa dinafikan bahwa pelanggaran yang terjadi di Kawasan Berikat Morosi oleh PT VDNI tidak terlepas dari minimnya pengawasan dari KPPBC TMP C Kendari. Bahkan kami menduga ada upaya pembiaran,” jelas Hendro.

Padahal, menurutnya, kegiatan penjualan atau pengeluaran barang dari Kawasan Berikat tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi merupakan pelanggaran serius sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 69/PMK.4/2021 tentang Kawasan Berikat.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa KPPBC Kendari seolah tidak berpedoman kepada Peraturan Menteri Keuangan. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya upaya penindakan terhadap PT VDNI atas pelanggaran yang dilakukan di dalam Kawasan Berikat Morosi.

“Kami akan lakukan aksi susulan jika dalam waktu beberapa hari ke depan pihak Bea Cukai Pusat belum bertindak,” tutup Hendro.(red)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

27 Siswa SMA di Konawe Alami Gatal dan Muntah Usai Santap MBG, Dievakuasi ke RS

24 September 2026 - 15:57 WITA

Berawal dari Ambil Sampel, Berakhir Petaka: 4 Pekerja PT KDI Tewas di Lokasi Tambang

23 September 2026 - 15:14 WITA

Kecelakaan Kerja di Tambang PT KDI Konut, Empat Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

23 September 2026 - 14:32 WITA

UPP Kelas I Molawe Tindak Lanjuti LHP Kepatuhan BPK RI

23 September 2026 - 10:27 WITA

Kronologi Nelayan di Muna Barat Diterkam Buaya Saat Cari Kepiting, Selamat Setelah Tusuk Mata Predator

22 September 2026 - 12:40 WITA

Nelayan di Muna Barat Diserang Buaya Saat Cari Kepiting di Muara, Bahu hingga Pinggang Luka

22 September 2026 - 11:49 WITA

Trending di Daerah