Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 16 Feb 2025 11:33 WITA ·

Tiga Perusahaan Tambang Diduga Serobot Lahan Warga di Konsel


 Dua alat berat Kobelco berwarna hijau tengah beroperasi di lahan milik Rahmat Buhari di Desa Landipo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa Perbesar

Dua alat berat Kobelco berwarna hijau tengah beroperasi di lahan milik Rahmat Buhari di Desa Landipo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KONSEL – Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menjadi lokasi penyerobotan lahan.  Kali ini, lahan milik Rahmat Buhari di Desa Landipo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menjadi sasaran tiga perusahaan tambang pasir silika (galian C) yakni PT Matra Mining Indonesia (MMI), PT Bintang Energi Mineral (BEM), dan PT CPS.  Ketiga perusahaan tersebut beroperasi di lahan milik Rahmat Buhari tanpa izin.

Pada 19 Januari 2025, pukul 14.28 WITA, Rahmat Buhari, yang akrab disapa Wiwin, mendapati dua alat berat Kobelco berwarna hijau tengah beroperasi di lahannya.

Alat berat tersebut dioperasikan oleh Juna dan Laboka, dan diketahui milik ketiga perusahaan tambang tersebut.  Wiwin berupaya menghentikan aktivitas tersebut dengan menemui Riki Sanjaya, seorang karyawan perusahaan.

“Setelah berdialog, saya meminta para pekerja mengeluarkan alat berat dan menghentikan kegiatan,” ungkap Wiwin pada Jumat, 14 Februari 2025.

Selain insiden 19 Januari, Wiwin juga melaporkan penggalian dan pemindahan material pasir silika kuarsa di lahannya sejak akhir 2024.  Jumlah material yang diambil tidak diketahui, namun saat ini tersimpan di stockpile pencucian milik perusahaan.

Wiwin telah memperingatkan manajemen perusahaan, diwakili oleh Sumarsono Rivai, Alex, Mufti, dan Anto, pada pertemuan di Kendari sebelum kejadian 19 Januari.

Peringatan tersebut diabaikan, terbukti dengan adanya penyerobotan lahan kembali pada 14 Februari 2025, di mana sejumlah alat berat ekskavator Sumitomo berwarna kuning terlihat menggali material silika di lahan miliknya.

Kasus ini menunjukkan pelanggaran serius atas hak kepemilikan lahan dan membutuhkan penyelidikan serta tindakan hukum yang tegas dari pihak berwajib terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 254 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bank Sultra Salurkan CSR Rp35 Juta untuk Buku Bacaan Perpustakaan Muna

3 November 2026 - 16:09 WITA

PT GAP Jawab Keluhan Nelayan: Dua Perahu Diserahkan untuk Warga Parasi dan Watumbohoti

31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Didatangi Massa, Kadispar Sultra Rdwan Badallah Ngumpet di Balik Staf Perempuan

28 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Dua Rumah Warga di Watonea Muna Ludes Terbakar, Kerugian Hampir Rp1 Miliar

27 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Sertijab Kepala KSOP Kelas II Kendari, Wigyo Gantikan Capt Raman

26 Oktober 2026 - 12:40 WITA

Sat Lantas Polres Buton Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Anoa 2026 Mulai 26 Oktober

24 Oktober 2026 - 09:33 WITA

Trending di Daerah