Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Nasional · 3 Feb 2026 23:24 WITA ·

Wali Kota Baubau Yusran Fahim Masuk Nominasi “Golden Leader” JMSI


 H Yusran Fahim, S.E, Walikota Baubau Perbesar

H Yusran Fahim, S.E, Walikota Baubau

JAKARTA – Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, S.E masuk nominasi penerima Penghargaan “Golden Leader” Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Ia dinilai sebagai kepala daerah yang berhasil mendorong transformasi ekonomi berbasis maritim dan penguatan konektivitas wilayah kepulauan, khususnya di kawasan Indonesia timur.

Berdasarkan hasil verifikasi JMSI, arah pembangunan Kota Baubau dibawah kepemimpinan Yusran Fahim menunjukkan pergeseran paradigma strategis, dari pembangunan darat-sentris menuju maritim-sentris, dengan laut diposisikan sebagai penghubung utama aktivitas ekonomi antarpulau.

Laut sebagai Infrastruktur Ekonomi

JMSI menilai, kebijakan yang ditempuh Pemerintah Kota Baubau dengan menempatkan sektor maritim sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah, berdampak signifikan. Terbukti, saat ini volume pengiriman barang kargo domestik terus meningkat, bahkan telah menembus ekspor lintas negara (Baubau – Tiongkok).

Optimalisasi fungsi pelabuhan, penguatan jaringan transportasi laut, serta peran Baubau sebagai simpul distribusi barang dan jasa di Kepulauan Buton, menjadi indikator utama penilaian.

“Pendekatan ini membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat kepulauan, dan memperkuat konektivitas regional,” catatan JMSI dalam hasil verifikasi nominasi.

Model pembangunan tersebut dinilai relevan dengan tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sekaligus mencerminkan praktik pembangunan yang berbasis keunggulan wilayah.

Ekonomi Inklusif Berbasis UMKM dan Pariwisata

Selain infrastruktur, JMSI juga mencatat integrasi kebijakan ekonomi melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, perdagangan jasa, serta pariwisata bahari dan budaya. Pendekatan ini dinilai mendorong struktur ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, dengan dampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Transformasi ekonomi yang dijalankan tidak hanya bersifat makro, tetapi menyentuh sektor riil yang menjadi sumber penghidupan masyarakat kepulauan.

Relevansi Historis dan Identitas Maritim

Salah satu aspek yang menjadi perhatian JMSI adalah relevansi historis kebijakan pembangunan Baubau. Secara historis, Baubau dikenal sebagai pusat pelayaran dan perdagangan Kesultanan Buton, salah satu kekuatan maritim di kawasan Nusantara timur.

“Transformasi ekonomi yang digagas saat ini dipandang sebagai upaya mengembalikan Baubau pada peran historisnya sebagai kota maritim,” catatan JMSI.

Nilai-nilai tata kelola maritim masa lalu—yang menempatkan laut sebagai ruang pemersatu ekonomi dan sosial—dinilai kembali tercermin dalam arah pembangunan modern yang dijalankan.

Tata Kelola dan Sinergi Pembangunan

Dalam aspek kepemimpinan, JMSI menilai adanya konsistensi antara perencanaan jangka menengah, implementasi program, dan hasil pembangunan. Sinergi lintas sektor serta kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Baubau dalam jaringan ekonomi regional Indonesia timur.

Pendekatan ini dinilai penting dalam konteks pembangunan wilayah kepulauan yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan lintas kewenangan.

Dinilai Layak “Golden Leader”

Berdasarkan hasil verifikasi data, dokumen kebijakan, serta dampak pembangunan, JMSI menilai H. Yusran Fahim, S.E memenuhi kriteria sebagai pelopor transformasi ekonomi dan konektivitas maritim, sehingga layak masuk nominasi Penghargaan “Golden Leader”.

Kepemimpinan yang berorientasi hasil, berbasis konteks geografis, dan berakar pada sejarah tersebut dinilai relevan sebagai model pembangunan kota maritim di Indonesia.

Peran Maskapai Penerbangan dan Bandara Betoambari turut Dorong Transformasi Ekonomi Maritim

Diera kepemimpinan Yusran Fahim, Kota Baubau bukan hanya mencatat prestasi di sektor maritim, tetapi juga mengalami lonjakan konektivitas udara yang berdampak positif pada aktivitas ekonomi lokal. Tren ini menjadi salah satu elemen pendukung yang diperhitungkan dalam nominasi Penghargaan “Golden Leader” Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Bandara Betoambari: Konektivitas Udara Meningkat Signifikan

Bandara Betoambari di Kota Baubau mengalami pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak masuknya maskapai Super Air Jet (SAJ) yang mengoperasikan pesawat berbadan besar Airbus A320 di rute Makassar–Baubau. Kehadiran armada yang lebih besar ini, mendorong lonjakan jumlah penumpang signifikan di bandara selama 2025.

Data terbaru menunjukkan jumlah penumpang tahunan mencapai lebih dari 107.000 orang pada 2025, meningkat sekitar 54,8 persen dibanding 2024, ketika Bandara Betoambari hanya melayani sekitar 69.713 orang. Lonjakan ini antara lain didorong oleh penurunan harga tiket dan peningkatan kapasitas pesawat.

Dampak Ekonomi dan Perubahan Mobilitas

Menurut pengelola bandara, kehadiran Airbus A320 dan peningkatan frekuensi terbang, telah memperluas akses udara tidak hanya bagi warga Baubau, tetapi juga masyarakat dari kabupaten sekitar.

Ketersediaan layanan yang lebih murah dan nyaman ini membuka peluang ekonomi baru melalui:

  • Mobilitas penduduk yang lebih tinggi memudahkan aktivitas bisnis, pendidikan, dan jasa profesional.
  • Akses pasar yang lebih cepat antara Baubau dan pusat ekonomi lain seperti Makassar, Jakarta, Surabaya.
  • Dukungan pariwisata yang menjadi magnet wisata bahari dan budaya lokal.
  • Potensi investasi yang meningkat karena keterhubungan wilayah yang lebih baik.

Sebelumnya, Pemkot Baubau juga melakukan koordinasi strategis dengan maskapai dan grup penerbangan nasional, untuk menambah frekuensi layanan dan membuka kemungkinan rute baru, termasuk potensi layanan dari Batik Air. Langkah ini mencerminkan upaya aktif pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas udara, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi.

Efek Multiplier terhadap Sektor Ekonomi

Pertumbuhan konektivitas udara di Kota Baubau menghasilkan multiplier effect ekonomi yang nyata:

  • Meningkatnya aktivitas perdagangan barang dan jasa, terutama komoditas yang memerlukan mobilitas cepat.
  • Kebangkitan sektor pariwisata, karena akses transportasi yang lebih efisien mendukung kunjungan wisatawan domestik.
  • UMKM dan jasa lokal mendapat pasar yang lebih luas melalui konektivitas yang lebih intensif.

Relevansi dengan Transformasi Ekonomi Maritim

Perkembangan bandara ini selaras dengan paradigma pembangunan yang diusung Walikota Yusran Fahim: menjadikan Kota Baubau bukan hanya sebagai hub maritim, tetapi juga sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan laut dan udara sebagai pendorong kegiatan ekonomi. Konektivitas udara yang kuat ikut memperkuat posisi Kota Baubau dijaringan ekonomi regional, khususnya di wilayah Indonesia timur.

Pertumbuhan arus penumpang udara dan ekspansi layanan maskapai, merupakan salah satu bukti bahwa kebijakan Yusran Fahim tidak hanya relevan secara historis dan maritim, tetapi juga adaptif terhadap tantangan pembangunan modern yang membutuhkan multimodal connectivity. Ini menjadi salah satu alasan kuat, kenapa kepemimpinan Yusran Fahim layak masuk nominasi penghargaan Golden Leader JMSI.(red)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

FWK Desak Revisi UU Pers, Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional

3 Februari 2026 - 23:08 WITA

Surat Edaran BKN: ASN Wajib Gunakan Batik KORPRI Tiap Hari Kamis dan Tanggal 17

27 Januari 2026 - 23:19 WITA

Prabowonomics vs Greedynomics: Pidato Prabowo di Davos Menuai Pujian Akademisi

25 Januari 2026 - 11:14 WITA

Great Institute Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh dan Prospektif pada 2026

10 Januari 2026 - 18:34 WITA

Kadin Sultra Bawa “Lily Tenun Kendari” ke Panggung Eropa: UMKM Menembus Pasar Global

9 November 2025 - 21:06 WITA

Kadin Sultra Hadiri Indonesia-Pacific Business Forum 2025, Jajaki Peluang Investasi dan Kemitraan

17 Oktober 2025 - 21:52 WITA

Trending di Nasional