Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 21 Jul 2025 10:38 WITA ·

Tragedi di Pesisir Tondasi: Buaya Menerkam Nelayan saat Cari Kerang

 
Proses evakuasi korban yang diterkam buaya saat mencari kerang di pesisir pantai Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, pada Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 14.35 WITA. Foto: Istimewa  Perbesar

Proses evakuasi korban yang diterkam buaya saat mencari kerang di pesisir pantai Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, pada Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 14.35 WITA. Foto: Istimewa

MUNA BARAT – Seorang warga Desa Wanseriwu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, diterkam buaya saat mencari kerang di pesisir pantai Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, pada Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 14.35 WITA. Korban bernama Wa Sarina, seorang nelayan berusia 55 tahun.

Kejadian tersebut bermula ketika Wa Sarina bersama beberapa saksi lainnya berangkat dari rumah ke pesisir pantai Desa Tondasi untuk mencari kerang dan siput saat air surut. Meskipun telah diperingatkan oleh salah satu saksi untuk tidak menyeberangi sungai, Wa Sarina tetap melakukannya dan akhirnya diterkam buaya.

Menurut Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin, saksi-saksi lainnya, termasuk anak kandung Wa Sarina, Anton dan Ali, berupaya menyelamatkan korban dengan melepaskan gigitan buaya tersebut. Setelah berhasil diselamatkan, Wa Sarina dibawa ke RSUD Muna Barat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dari hasil keterangan beberapa saksi dan analisa di kondisi korban yang terdapat bekas gigitan, bahwa benar korban telah mengalami kejadian digigit/diterkam seekor buaya di sekitaran pesisir Desa Tondasi pada waktu itu,” kata Ipda Baharuddin.

Kronologi kejadian dimulai ketika Wa Sarina dan saksi-saksi lainnya berangkat dari rumah ke pesisir pantai Desa Tondasi pada pukul 10.20 WITA untuk mencari kerang dan siput. Pada pukul 10.35 WITA, La Dahlan selaku adik korban memperingatkan Wa Sarina untuk tidak menyeberangi sungai. Namun, pada pukul 14.20 WITA, La Dahla melihat Wa Sarina berjalan lebih dalam ke pesisir pantai. Tak lama kemudian, pada pukul 14.35 WITA, Wa Sarina diterkam buaya saat menyeberangi sungai.

Saat ini, Wa Sarina masih dalam perawatan intensif di RSUD Muna Barat. Polisi telah mengambil keterangan saksi-saksi dan melakukan analisis di tempat kejadian perkara. Tindakan yang dilakukan meliputi mengambil keterangan saksi-saksi, membuat laporan tuntas, dan melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban untuk menemukan fakta-fakta terkait dengan kejadian tersebut.(cen)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Era Baru PMII Kendari: Dilantik PB PMII, Rahmat Almubaraq Janji Aksi Nyata untuk Warga

12 Mei 2026 - 19:15 WITA

Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kapolres Konut Pimpin Sertijab Kapolsek Asera

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Diduga Tak Berizin, Live DJ di Rich Club Kendari Disorot Mahasiswa

12 Mei 2026 - 14:36 WITA

Kolaborasi Riset PT GKP Catat Temuan Spesies Baru di Pulau Wawonii

12 Mei 2026 - 11:43 WITA

Usai Dilantik, Sekda Bombana Diminta Percepat Program Agrominapolitan

12 Mei 2026 - 10:06 WITA

Cari Ikan Pakai Sampan, Nelayan Asal Lasalimu Dilaporkan Hilang di Perairan Buton

12 Mei 2026 - 09:33 WITA

Trending di Daerah