Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 24 Jan 2026 19:01 WITA ·

Tinggalkan Kesan Buruk, Masyarakat Parigi Tolak PT SPM Kerjakan Proyek Irigasi!


 Ilustrasi irigasi. sumber: mediatani.id Perbesar

Ilustrasi irigasi. sumber: mediatani.id

MUNA – Masyarakat Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, menyambut baik rencana pengerjaan saluran irigasi di Desa Laiba tahun 2026 ini. Namun, mereka menolak jika proyek tersebut dikerjakan oleh PT Sinar Putra Mahaba (SPM) yang sebelumnya mengerjakan proyek Bendung Desa Laiba dan Labulu-bulu.

Salah satu warga Desa Laiba yang tidak ingin namanya di sebutkan namanya mengatakan, penolakan terhadap PT SPM bukan tanpa alasan.

“Kontraktornya tidak bagus, tidak konsisten dengan kesepakatan bersama pada saat rapat sosialisasi yang disepakati bersama masyarakat,” katanya kepada awak media, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia juga menuding PT SPM tidak melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar, khususnya pemilik lahan yang terdampak pengerjaan proyek.

Rahman, salah satu tokoh pemuda Desa Labulu-bulu, juga mendukung penolakan tersebut. “Kami berhadap pemerintah, khususnya panitia lelang, harus benar-benar memperhatikan perusahaan yang melakukan lelang. Jangan memenangkan perusahaan yang menimbulkan kesan buruk terhadap masyarakat,” pintanya.

Rahman juga mempertanyakan penggunaan solar subsidi dalam proses pengerjaan proyek Bendung yang dilakukan PT SPM.

“Kami tidak ingin proyek ini dikerjakan oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin mencari keuntungan semata,” katanya.

Masyarakat meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk teliti dalam memilih perusahaan yang akan mengerjakan proyek tersebut.

“Kami ingin proyek ini dikerjakan oleh perusahaan yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat dan memiliki track record yang baik,” kata Rahman.

“Kami pastikan akan ikut mengawal proyek ini, karena ini kebutuhan masyarakat yang telah lama dinantikan terutama orang-orang tua kami di Desa Labulu-bulu,” tegas Rahman.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah untuk tidak memenangkan PT SPM dalam proses lelang proyek ini.

“Kami tidak ingin melihat proyek ini gagal dan hanya menjadi proyek yang sia-sia,” katanya.(red)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Warkop Spot Coffe Kendari Bayar Sewa Lahan Rp 500 Ribu Per Bulan ke Pemprov Sultra

25 Januari 2026 - 18:43 WITA

Kades Dituding Tidak Peduli: Warga Lamoeri Terpaksa Bangun Jembatan Sendiri

24 Januari 2026 - 21:33 WITA

Andri Darmawan Tantang Gubernur Sultra Tagih Denda PT Tonia Mitra Sejahtera

24 Januari 2026 - 18:11 WITA

Labewa Billiard di K-TOZ Kendari Ternyata Tak Punya Izin Jual Minuman Alkohol

24 Januari 2026 - 17:34 WITA

Pemkab Muna Telusuri Dugaan Guru Jarang Mengajar di SDN 7 Kontunaga

23 Januari 2026 - 15:37 WITA

Warga Kabaena Utara Kecewa, Air Sumur Bor Rp989 Juta Tak Bisa Digunakan

23 Januari 2026 - 11:58 WITA

Trending di Daerah