Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 10 Mar 2026 22:42 WITA ·

PT TIS Tidak Hadir RDP, Aktivis Desak Hentikan Pembangunan Jetty!


 Aspirator dari Aliansi Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sultra bersama Komisi III DPRD Sultra dan dinas terkait berpose usai RDP. Foto: Istimewa Perbesar

Aspirator dari Aliansi Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sultra bersama Komisi III DPRD Sultra dan dinas terkait berpose usai RDP. Foto: Istimewa

KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan Jetty PT Tambang Indonesia Sejahtera (TIS) di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Selasa, 10 Maret 2026. Namun, pihak PT TIS tidak hadir dalam agenda tersebut.

RDP yang dihadiri oleh dinas-dinas terkait, seperti dinas kehutanan provinsi Sultra, dinas ESDM Sultra, BPKHTL Kendari, dan para aspirator itu berlangsung tanpa kehadiran PT TIS.

Anggota Komisi III DPRD Sultra Abdul Halik mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan kembali dan memanggil ulang PT TIS.

“Ketidakhadiran mereka ada suratnya, meskipun tidak prosedural. Alasannya karena tidak ada pimpinannya hari ini, minta diundurkan, makanya kita akan kejar kapan waktunya,” katanya.

Koordinator Aliansi Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sultra, Dirman, mengaku sangat menyangkan ketidakhadiran PT TIS dalam RDP tersebut.

“Pertama kami sangat menyangkan ketidakhadiran PT TIS, sementara sampai saat ini proses pembangunan Jetty terus berlangsung,” kata Dirman.

Dirman menjelaskan, pembangunan Jetty PT TIS di Desa Bangun Jaya menuai kontroversi dari masyarakat karena tidak ada sosialisasi dari pihak perusahaan.

“Secara regulasi, sebelum pembangunan Jetty harusnya ada sosialisasi. Tapi sampai hari ini tidak ada,” ungkapnya.

Pihaknya meminta pihak terkait agar pembangunan Jetty PT TIS dihentikan.

“Memang di forum RDP tadi kita akan mendorong DPR agar merekomendasikan proses pembangunan Jetty dihentikan sebelum semua dokumen dan regulasi dilengkapi. Tapi pihak PT TIS tidak hadir,” tutupnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 193 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

27 Siswa SMA di Konawe Alami Gatal dan Muntah Usai Santap MBG, Dievakuasi ke RS

24 September 2026 - 15:57 WITA

Berawal dari Ambil Sampel, Berakhir Petaka: 4 Pekerja PT KDI Tewas di Lokasi Tambang

23 September 2026 - 15:14 WITA

Kecelakaan Kerja di Tambang PT KDI Konut, Empat Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

23 September 2026 - 14:32 WITA

UPP Kelas I Molawe Tindak Lanjuti LHP Kepatuhan BPK RI

23 September 2026 - 10:27 WITA

Kronologi Nelayan di Muna Barat Diterkam Buaya Saat Cari Kepiting, Selamat Setelah Tusuk Mata Predator

22 September 2026 - 12:40 WITA

Nelayan di Muna Barat Diserang Buaya Saat Cari Kepiting di Muara, Bahu hingga Pinggang Luka

22 September 2026 - 11:49 WITA

Trending di Daerah