Menu

Mode Gelap
Rudapaksa Anak Dibawa Umur, Bendahara PT TMS Ditangkap Polisi Bocah di Muna Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Laut Waspada Penipuan Whatsapp, Ini Modus Terbaru 2024 Sidang Tipikor PT Antam, Hakim Minta JPU Hadirkan Eks Gubernur Sultra Sosok Jenderal yang Sederhana dan Rendah Hati itu Telah Berpulang

Daerah · 26 Okt 2022 19:24 WITA ·

Tim Gabungan Tutup Tiga Jetty Ilegal di Konut


 Petugas KUPP Kelas III Molawe bersama tim gabungan Lanal menutup 3 jetty di Konawe Utara. (Foto: Istimewa)  Perbesar

Petugas KUPP Kelas III Molawe bersama tim gabungan Lanal menutup 3 jetty di Konawe Utara. (Foto: Istimewa)

PENAFAKTUAL.COM, KONUT – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Molawe bersama tim gabungan Lanal melakukan pemasangan plan yang bertuliskan dilarang melakukan aktivitas kegiatan bongkar muat pada 3 Jetty atau Tersus di Blok Mandiodo Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Salah satu petugas Syahbandar kelas III Molawe yang minta tidak disampaikan identitasnya, membenarkan adanya pemasangan plan pada beberapa titik Jetty yang dianggap ilegal dan tidak memilik izin dari Dirjen Perhubungan Laut RI.

“Tak hanya di Mandiodo saja akan tetapi semua jetty yang dianggap ilegal di wilayah Kabupaten Konawe Utara, akan ditindak tegas,” katanya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Konut mendesak Dinas Perhubungan Konut untuk menegakan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 52 tahun 2021 tentang terminal khusus (Tersus) dan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).

Pasalnya, Dishub Konut pernah membeberkan terdapat sekitar 20, terminal khusus yang beroperasi di Konut belum memiliki legalitas perizinan yang lengkap alias ilegal. Tersus yang diduga ilegal, mestinya ditertibkan untuk tidak melakukan kegiatan.

“Kami mendesak Dishub Konut untuk menegakan PM 52 tahun 2021 secara maksimal. Karena keberadaan Tersus maupun TUKS yang disinyalir beroperasi tanpa legalitas sangat merugikan. Dalam waktu dekat kami akan menyurat pada Dishub dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub RI terkait adanya tersus ilegal yang diduga masih beroperasi,” ujar Ketua DPC APBMI Konut, Alfian Tajuddin.

Menurut Alfian, pemilik tersus perlu memberikan ruang yang sebesar-besarnya terhadap para pelaku usaha jasa bongkar muat atau PBM lokal. Walaupun bagaimana PBM yang tergabung dalam rumah besar APBMI Konut merupakan murni anak lokal asal Konawe Utara.

“Idealnya pemilik tersus berkolaborasi dan bekerjasama dengan PBM lokal untuk turut serta berkontribusi dalam kegiatan usaha sebagaimana amanat undang-undang. Bukan sebaliknya menutup ruang buat PBM lokal yang tidak mencerminkan keberpihakan terhadap pengusaha lokal,” ujar Ketua DPC PD Konut.

APBMI Konut berharap hubungan kemitraan dengan tersus harus berjalan beriringan sebagaimana harapan pemerintah. Berkolaborasi dalam menekan angka pengangguran di Konawe Utara menjadi salah satu tujuan adanya investasi.

“Harapan kami seperti itu, sehingga eksistensi APBMI dan Tersus dapat dirasakan seutuhnya oleh warga Konut yang bergerak di usaha bongkar muat,” pintanya.

Penulis: Redaksi

Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Fadhal Rahmat: Hujan Deras Bukan Menjadi Penghalang untuk Tetap Berbagi

9 April 2024 - 17:16 WITA

Kapolresta dan KSOP Kendari Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Nusantara

6 April 2024 - 16:40 WITA

Ketua PPP dan Gerindra Sultra Buka Puasa Bersama, Sinyal untuk Koalisi Pilgub 2024?

6 April 2024 - 13:36 WITA

Rajiun Tumada Target Partai Demokrat pada Perhelatan Pilkada Muna 2024

6 April 2024 - 00:42 WITA

Keuangan Muna Dianggap Defisit, Banggar DPRD Usul Perampingan OPD Saat RDP dengan TAPD

5 April 2024 - 20:20 WITA

Ketua RT/RW di Kelurahan Benuanirae Keluhkan Insentif Belum Dibayar

5 April 2024 - 17:30 WITA

Trending di Daerah