Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 15 Apr 2025 21:40 WITA ·

Temui Warga Wumbubangka, PT AABI Bantah Tuduhan Penambangan Ilegal


 PT AABI temui warga Wumbubangka dan bantah tuduhan penambangan ilegal. Foto: Istimewa Perbesar

PT AABI temui warga Wumbubangka dan bantah tuduhan penambangan ilegal. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – PT Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI) membantah tuduhan yang menyebut mereka melakukan aktivitas penambangan ilegal di wilayah Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Perusahaan menggelar pertemuan terbuka dengan masyarakat setempat di Balai Desa Wumbubangka pada Senin, 14 April 2025.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wumbubangka dan dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta sejumlah perangkat desa. Direktur Operasional PT AABI, Ikram Paputungan, menyampaikan penjelasan langsung kepada masyarakat.

“Tuduhan bahwa kami melakukan penambangan ilegal atau membekingi kegiatan ilegal di sekitar ataupun di area konsesi perusahaan sama sekali tidak benar. Saat ini, PT AABI belum menjalankan aktivitas penambangan apa pun,” tegas Ikram.

Ikram menjelaskan bahwa PT AABI telah mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai dokumen wajib yang menjadi dasar legalitas operasional perusahaan tambang.

“RKAB kami sudah ada, sudah lengkap dan sah secara hukum. Kami bahkan sudah memenuhi panggilan dari pihak kepolisian beberapa waktu lalu untuk menjelaskan legalitas perusahaan,” jelas Ikram.

Ikram menambahkan bahwa PT AABI berkomitmen membangun hubungan baik dengan masyarakat dan menjalankan aktivitas tambang secara bertanggung jawab dan sesuai regulasi.

“Kami siap diawasi, dikritisi, dan bermitra dengan masyarakat. Tapi tentu semua harus berdasarkan fakta, bukan asumsi,” ungkapnya.

Kepala Desa Wumbubangka, Karman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif perusahaan yang memilih jalur komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Kita harap segala persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka seperti ini, agar tidak menimbulkan kegaduhan atau ketidakpastian di tengah masyarakat,” tandasnya.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mesin Mati Dihantam Gelombang, Kapal Rute Laino-Maligano Muna Tenggelam

1 Februari 2026 - 23:34 WITA

Sekda Sultra Asrun Lio Surati Nur Alam Terkait Yayasan Unsultra, Kuasa Hukum: Pemprov Harusnya Tidak Cawe-cawe

31 Januari 2026 - 21:50 WITA

Anton Timbang Targetkan IMI Hadir di Seluruh Kabupaten/Kota di Sultra

31 Januari 2026 - 19:25 WITA

Truk Muat Ore PT ST Nickel Resources Leluasa Hauling Malam Hari di dalam Kota Kendari

31 Januari 2026 - 19:18 WITA

Diduga Akibat Ledakan Korek Api, Mobil Daihatsu Sigra di Bombana Hangus Terbakar

31 Januari 2026 - 18:37 WITA

Dua Rumah di Kendari Barat Ludes Terbakar, Lansia Alami Luka Bakar Serius

31 Januari 2026 - 11:16 WITA

Trending di Daerah