Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Lifestyle · 13 Mei 2026 22:35 WITA ·

Sultang Terbaring Lemas di RSUD Konsel, Anak Nelayan Disabilitas Butuh Bantuan


 Sultang Bocah dari Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea terbaring lemas di RSUD Konawe Selatan. Foto: Istimewa Perbesar

Sultang Bocah dari Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea terbaring lemas di RSUD Konawe Selatan. Foto: Istimewa

KENDARI – Di sebuah ruangan sempit di RSUD Konawe Selatan, Sultang terbaring lemas. Bocah dari Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, itu sedang berjuang melawan sakit keras yang datang sepekan terakhir. Di luar ruang perawatan, keluarganya bergulat dengan kemiskinan dan rumah yang nyaris tak layak huni.

Sultang adalah anak dari Hamirah dan Ani. Hamirah, ayahnya, penyandang disabilitas. Meski kaki tak sempurna, ia tetap melaut setiap hari untuk menafkahi istri dan anaknya. Sementara Ani, sang ibu, hanya ibu rumah tangga.

Muntah Darah, Lalu Drop 

Menurut Kepala Desa Torokeku, Enteng, kondisi Sultang memburuk cepat. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, bocah itu sempat muntah darah lalu drop dan tak berdaya.

“Warga kami, pasien Sultang sudah dirawat di RSUD Konsel kemarin, alhamdulillah itu berkat kerja sama antara Pemdes Torokeku, Pemerintah Kecamatan Tinanggea, Dinaos dan Dinkes Konsel,” kata Enteng, Rabu, 13 Mei 2026.

Diagnosis pasti belum keluar. Namun gejala yang muncul cukup fatal. Kini Sultang hanya bisa terbaring, sementara biaya hidup dan pemulihan keluarganya kian berat.

Rumah Bolong, Hidup Pas-pasan

Keluarga Sultang tinggal di pesisir Desa Torokeku. Rumah mereka jauh dari kata layak. Ruang makan dan tempat tidur menyatu dalam satu ruangan sempit. Atap dan dindingnya pun bolong-bolong.

“Atap rumahnya sudah bolong-bolong dan dinding rumah juga demikian,” ujar Enteng.

Meski begitu, Hamirah tetap melaut. Setiap hari ia melawan ombak dengan keterbatasan fisiknya, demi secupak beras dan obat untuk anaknya. Ani hanya bisa menemani dan merawat di rumah.

Seruan Donasi untuk Sultang 

Pemdes Torokeku mengajak masyarakat luas ikut membantu. Bantuan bisa disalurkan melalui pemerintah desa.

“Bagi masyarakat baik dari Desa Torokeku maupun dari luar Desa Torokeku yang ingin mengulurkan tangan dan membantu meringankan beban Sultang, bantuan dapat disalurkan melalui pihak Pemdes Torokeku,” ujar Enteng.

Di balik wajah Sultang yang pucat, ada kegigihan seorang ayah disabilitas yang tak mau menyerah. Ada doa seorang ibu yang tak pernah berhenti. Dan kini, ada harapan kecil agar uluran tangan orang baik bisa membuat Sultang kembali tersenyum.(red)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

“Kami Tidak Pakai Air Asin Lagi”: Kesaksian Warga Bajo Sikeli Usai Dharul Ashar Alirkan Air Bersih

7 Mei 2026 - 05:53 WITA

Tujuh Smartwatch Garmin Terbaik

19 April 2026 - 21:55 WITA

Travelina Indonesia Terlantarkan Jemaah Umrah di Madinah, Ownernya Asyik Nikah Mewah di Konsel

16 Februari 2026 - 11:16 WITA

Grab dan Maxim Dilarang di Bandara Halu Oleo, Penumpang Merasa Dirugikan!

16 Februari 2026 - 08:50 WITA

Princessia Khalilah Masyura Siap Bawa Sultra Bersaing di Grand Model Indonesia

28 Januari 2026 - 20:21 WITA

Diving dan Snorkeling di Wakatobi: Eksplorasi Marine Paradise Sulawesi Tenggara

27 November 2025 - 18:08 WITA

Trending di Lifestyle