Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Lifestyle · 7 Mei 2026 05:53 WITA ·

“Kami Tidak Pakai Air Asin Lagi”: Kesaksian Warga Bajo Sikeli Usai Dharul Ashar Alirkan Air Bersih


 Emang, salah seorang masyarakat Bajo yang bermukim di pesisir Kelurahan Sikeli, Kabaena Barat merasa terbantu dengan program air bersih Yayasan Dharul Ashar. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Emang, salah seorang masyarakat Bajo yang bermukim di pesisir Kelurahan Sikeli, Kabaena Barat merasa terbantu dengan program air bersih Yayasan Dharul Ashar. Foto: Penafaktual.com

BOMBANA – Komitmen menghadirkan akses air bersih terus ditunjukkan Yayasan Dharul Ashar di Kabupaten Bombana. Melalui program pengelolaan dan distribusi air bersih, yayasan tersebut berhasil menjangkau ratusan rumah di Pulau Kabaena yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak.

Program yang digagas sejak 2025 itu kini telah mengaliri sedikitnya 430 rumah di tiga kecamatan di Pulau Kabaena. Tak sekadar membangun jaringan, Dharul Ashar juga membebaskan warga dari biaya pemasangan instalasi pipa ke rumah.

Bahkan, selama fase awal operasional, penyaluran air diberikan cuma-cuma kepada masyarakat.

“Selama 13 bulan itu gratis,” ungkap Kaharudin, Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Selasa, 6 Mei 2026.

Dampak program ini paling nyata dirasakan masyarakat Bajo yang bermukim di pesisir Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat. Selama bertahun-tahun, mereka terpaksa bergantung pada air asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci.

Kini, cerita itu berubah. Emang, salah seorang warga, mengaku kehidupannya jauh lebih baik setelah air bersih mengalir ke kampungnya.

“Sekarang sudah bagus, kami tidak pakai lagi air asin,” ujarnya dengan nada lega.

Kesaksian serupa disampaikan Resman (33). Menurutnya, manfaat program Dharul Ashar tak hanya dirasakan warga di daratan Kabaena, tetapi juga menjangkau masyarakat Bajo di Pulau Sogori.

“Sebelumnya mereka sangat kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Resman.

Ia menjelaskan, warga Bajo dari Pulau Sogori kini bisa mengakses air bersih dengan lebih mudah. Mereka mengambil air dari wilayah pesisir Kelurahan Sikeli menggunakan perahu, sehingga jarak tempuh dan beban biaya jauh berkurang.

Program ini dinilai memberi dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat pesisir Kabaena. Akses air bersih yang dulunya sulit kini tersedia lebih dekat, membantu warga memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus bergantung pada air laut.(lin)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tujuh Smartwatch Garmin Terbaik

19 April 2026 - 21:55 WITA

Travelina Indonesia Terlantarkan Jemaah Umrah di Madinah, Ownernya Asyik Nikah Mewah di Konsel

16 Februari 2026 - 11:16 WITA

Grab dan Maxim Dilarang di Bandara Halu Oleo, Penumpang Merasa Dirugikan!

16 Februari 2026 - 08:50 WITA

Princessia Khalilah Masyura Siap Bawa Sultra Bersaing di Grand Model Indonesia

28 Januari 2026 - 20:21 WITA

Diving dan Snorkeling di Wakatobi: Eksplorasi Marine Paradise Sulawesi Tenggara

27 November 2025 - 18:08 WITA

Sang Macan Senayan: Penyambung Suara Tertindas Sang Pelita ilmu ke Pintu Istana

18 November 2025 - 10:57 WITA

Trending di Lifestyle