KENDARI – Acara Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XX, yang dijadwalkan pada 9-19 Oktober 2025, diwarnai kontroversi terkait maskot acara. Maskot yang menampilkan hewan memegang Al-Qur’an menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda Sulawesi Tenggara.
Salianto, Ketua Umum Koalisi Pemuda Sulawesi Tenggara (Kop Sultra), menyatakan bahwa maskot tersebut tidak pantas digunakan dalam acara keagamaan. Menurutnya, Al-Qur’an harus dihormati dan ditempatkan pada posisi yang tepat.
“Maskot yang saat ini dijadikan simbol kegiatan STQH Nasional memang harus diapresiasi karena membawa simbol identitas masyarakat Sulawesi Tenggara, tetapi sangat disayangkan jika maskot itu berbentuk hewan yang sedang memegang Kitab Suci Al-Qur’an,” ujar Salianto.
Salianto berharap agar maskot tersebut segera diganti dengan gambar yang lebih pantas dan menunjukkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Ia juga mengutuk keras pihak panitia yang menggunakan maskot hewan memegang Al-Qur’an.(red)
















