Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 29 Nov 2023 18:03 WITA ·

Soal Pembayaran Royalti, Masyarakat Sebut PT KDI Ingkar Janji


 Masyarakat menuntut pembayaran royalti dari PT KDI. Foto: Istimewa Perbesar

Masyarakat menuntut pembayaran royalti dari PT KDI. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KONUT – PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) yang beroperasi di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara (Konut) disebut ingkar janji terkait persoalan pembayaran royalti terhadap masyarakat lingkar tambang.

Sebelumnya, telah dilakukan aksi unjuk rasa di DPRD Konut dan lokasi aktivitas penambangan PT KDI namun royalti yang telah disepakati antara pihak perusahaan diduga belum dibayarkan.

Perwakilan masyarakat lingkar tambang Jamil mengatakan bahwa sebelumnya telah ada perjanjian pemberian royalti dari PT KDI terhadap masyarakat lingkar tambang namun hingga kini royalti tersebut diduga belum direalisasikan hingga kini.

“Sudah 40 (empat puluh) tongkang lebih yang keluar, namun belum ada direalisasikan, semoga tidak ada oknum yang memperkaya diri,” jelasnya kepada media ini, Rabu, 29 November 2023.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada oknum PT KDI yang diduga melakukan penyerobotan lahan masyarakat.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa saat melakukan aksi unjuk rasa di lokasi PT KDI, pihaknya dihalau oleh sekelompok orang tak dikenal.

Dikutip dari berita acara pemberian royalti (tali asih) antara Desa Lameruru dan Desa Ngapania, Kecamatan Langgikima dengan PT KDI bahwa pada Selasa, tanggal 18 Bulan April Tahun 2023, PT KDI akan menyerahkan Dana Tali Asih kepada Panitia Tali Asih Desa Lameruru dan Desa Ngapania berupa uang tunai.

Dalam berita acara tersebut menerangkan, PT KDI akan menyalurkan uang tunai senilai 10.000.000 (sepuluh juta) rupiah tiap tongkang masing-masing ke Desa Lameruru dan Desa Ngapania.

Uang tersebut akan diserahterimakan kepada tim pengelola kegiatan (bendahara tali asih yang ditunjuk oleh kepala desa) di Desa Lameruru dan Desa Ngapania yang disaksikan Pemerintahan Desa, BPD dan Perwakilan dari PT KDI. Setelah tali asih ini diterima maka tidak ada lagi tuntutan lain terkait dengan tali asih.

“Demikian berita acara ini dibuat, sekaligus dapat dijadikan sebagai tanda terima/ kwitansi diserahkan oleh, Muhammad Saiful Rogim Site Manager PJKDI Konawe, Diterima oleh, Ashuru Panitia Tali Asih Desa Lameruru dan Desa Ngapania”, demikian bunyi berita acara.

Sementara itu kepala supervisor PT KDI, Sutamin Rembasa saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan bahwa bukan kewenangannya untuk berbicara terkait pembayaran royalti.

“Bukan kewenangan saya untuk berbicara royalti,” ujarnya.

Selain itu salah satu Penanggung Jawab PT KDI Roqi saat dihubungi via telepon mengatakan bahwa terkait pembayaran royalti sementara berproses hukum.

“Itu kan versi mereka saya tidak bayar, sekarang sementara berproses hukum,” jelasnya.**)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Knalpot Brong Berujung Penikaman di Buton Selatan

28 Agustus 2025 - 20:54 WITA

Warga Desa Maabholu Muna Digegerkan Penemuan Ular Piton 8 Meter

28 Agustus 2025 - 19:53 WITA

Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program Prioritas Kadin Sultra

28 Agustus 2025 - 18:23 WITA

Aksi Nyata PT TBS dan Almhariq: Jalan Poros Kabaena Selatan Mulai Dibangun

28 Agustus 2025 - 17:22 WITA

Tito Karnavian Soroti Jam Tangan Rolex Bupati Bombana: Harusnya Pejabat Publik Bersikap Sederhana!

27 Agustus 2025 - 20:05 WITA

Gunakan Jam Tangan Rolex Senilai Hampir Rp 1 Miliar, Gaya Hidup Mewah Bupati Bombana Disorot!

27 Agustus 2025 - 19:47 WITA

Trending di Daerah