PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Salah satu bakal calon Wali Kota Kendari Sitya Giona Nur Alam mendapatkan rekomendasi usulan dari DPD II Golkar Kota Kendari.
Diketahui rekomendasi tersebut lahir dari pleno DPD II Golkar Kota Kendari yang mengusulkan sembilan nama diantaranya Sitya Giona Nur Alam.
Bertempat di sekretariat DPD II Golkar Kota Kendari, Giona sapaan akrabnya langsung menerima usulan tersebut pada, Jumat 9 Maret 2024.
“Alhamdulillah saya pribadi saya sangat berterimakasih, karena saya bukan kader Golkar tapi masih dihitung oleh partai Golkar untuk maju di Pilwalkot Kendari,” katanya.
Lanjutnya pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan partai dan balon lainnya.
“Komunikasi sudah dengan partai, terutama partai saya (Nasdem) sudah komunikasi sampai ke pusat, dan sudah ada beberapa partai lainnya,” ungkapnya.
“Dengan calon lainnya juga sudah komunikasi, sudah terjalin, tetapi untuk mengkongkritkan untuk maju Wali Kota dan Wakil Wali Kota belum,” tambahnya.
Pihaknya juga menegaskan untuk maju sebagai balon Wali Kota Kendari.
“Saya tetap maju sebagai Wali Kota Kendari, tidak untuk posisi Wakil Wali Kota Kendari,” tegasnya.
Pihaknya juga membeberkan bahwa keinginannya untuk maju sebagai Wali Kota Kendari karena melihat kondisi masyarakat.
“Awalnya saya melihat kondisi masyarakat saat menjadi Ketua DPW Garnita Malahayati Nasdem, disitu saya banyak berinteraksi dengan masyarakat, saya terpanggil, dan saya berdiskusi dengan keluarga untuk maju Wali Kota Kendari,” bebernya.
Terakhir pihaknya menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada kesejahteraan masyarakat Kota Kendari jika diberi amanah.
“Jika diberi amanah, kami akan fokus pada kesejahteraan masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.
Ditempat yang sama Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika L M Rajab Jinik mengatakan agenda hari ini penandatanganan pakta integritas.
“Jadi tadi penandatanganan pakta integritas, dan itu sebagai syarat untuk diusulkan ke DPP Partai Golkar,” katanya.
Sambungnya bahwa Sitya Giona Nur Alam menjadi Balon terakhir yang menandatangani Pakta Integritas dari DPD II Golkar Kota Kendari.
“Dari sembilan nama, Giona yang terakhir menandatangani pakta integritas, dan Giona datang langsung,” ujarnya.
Lanjutnya bahwa pihaknya membuka komunikasi politik dengan partai politik lainnya, mengingat DPD II Golkar Kota Kendari tidak memiliki kursi yang cukup untuk mengusung sendiri.
“Kita mesti berkoalisi, karena Golkar di kota Kendari memperoleh enam kursi, persyaratan kan tujuh kursi untuk Pilwakot Kendari,” pungkasnya.(hsn)